KLIK INDONESIA, BOGOR – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto meninjau langsung Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (25/9/2026). Ia hadir bersama Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto.
Kedua pejabat tersebut mengonfirmasi temuan inspeksi mendadak (sidak) Ombudsman RI terkait dugaan hunian mewah narapidana. Mereka mencecar Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto saat menelusuri deretan bangunan di area publik lapas.
Agus dan Aris mendatangi salah satu rumah bercat putih dengan pagar hitam yang sempat menjadi objek temuan sidak. Pihak lapas sebelumnya mengklaim bangunan bertingkat tersebut merupakan aset rumah dinas pegawai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini ditempati pegawai?” tanya Agus kepada Wisnu di lokasi, dikutip detikjabar. Kalapas Cibinong tersebut mengonfirmasi bahwa rumah itu digunakan oleh pegawai lapas.
Aris kemudian mempertanyakan fasilitas pendingin ruangan (AC) yang dilepas dari dinding kamar. Wisnu beralasan bahwa perangkat pendingin udara tersebut sedang dilepas karena mengalami kerusakan.
Dugaan Fasilitas Mewah dan Panggilan Komisi XIII DPR RI
Sehari sebelumnya, Kakanwil Ditjenpas Jawa Barat Yudi Suseno menyatakan bangunan yang disidak merupakan rumah dinas Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Pihaknya mengaku sedang mendalami indikasi pelanggaran aturan di lokasi tersebut.
“Adapun jika di area asimilasi tersebut terdapat hal-hal yang tidak semestinya, ini sedang kami dalami oleh tim,” kata Yudi, Kamis (24/9/2026).
Pernyataan internal lapas berbeda dengan temuan Ombudsman RI di Jakarta. Ombudsman menemukan kluster kamar mewah, area parkir mobil pribadi, serta menduga adanya praktik pungli dan pengadangan tim sidak di lapangan.
Menanggapi polemik tersebut, Komisi XIII DPR RI menjadwalkan pemanggilan resmi pada Senin (28/9/2026). DPR memanggil Ombudsman, Dirjen Pas, Kakanwil Ditjenpas Jabar, hingga Kalapas Cibinong untuk memberikan klarifikasi secara terbuka.*[]
Penulis : Redaksi
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: CNN Indonesia.com/detik.jabar















