KLIK INDONESIA. PONOROGO — Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Kegiatan berlangsung di Balai Pertemuan Pondok Modern, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (19/9/2026).
Peringatan satu abad ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang lembaga pendidikan Islam tersebut. Momen ini sekaligus meneguhkan pengabdian Gontor bagi bangsa dan dunia.
Lebih dari 8.000 tamu undangan menghadiri acara bersejarah tersebut. Peserta terdiri atas pejabat negara, menteri, duta besar, hingga keluarga besar alumni Gontor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyambutan Meriah Santri
Ribuan santri menyambut kehadiran Presiden sambil mengibarkan bendera Merah Putih. Ketua Badan Wakaf PMDG Hidayat Nur Wahid turut menyambut kedatangan Kepala Negara.
Selain itu, Pimpinan PMDG K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Muhammad Akrim Mariyat ikut mendampingi. Acara kemudian dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne “Oh Pondokku”.
Dalam sambutannya, K.H. Hasan Abdullah Sahal menegaskan nilai pengabdian para pendiri pondok. Pendiri Gontor telah mewakafkan jiwa, nilai, serta lembaga demi kemajuan bangsa.
“Sehingga mudah-mudahan Bapak Presiden dan bangsa Indonesia termasuk yang menerima wakaf cinta pondok ini,” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal.
Selanjutnya, Pimpinan PMDG menyerahkan buku ‘Gontor untuk Indonesia’ serta Mushaf Gontor kepada Presiden. Santri dan guru Gontor menulis mushaf tersebut secara khusus sejak tahun 2023.
Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA
Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur karena dapat hadir dalam peringatan tersebut. Ia mengapresiasi kontribusi besar Gontor terhadap dunia pendidikan di Indonesia.
Usai acara utama, Presiden menandatangani prasasti renovasi Aula Balai Pertemuan Pondok Modern. Beliau juga meresmikan gedung Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam Gontor.
Rangkaian peringatan satu abad PMDG berlangsung pada 18–20 September 2026. Momentum ini menjadi titik tolak Gontor untuk melanjutkan pengabdian pada abad kedua.*[]
Penulis : Redaksi
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: BPMI Setpres















