KLIK INDONESIA, TATAKALAY — Pemkab Banggai Kepulauan menyiapkan dana Rp200 juta untuk mendukung KKN Universitas Muhammadiyah Luwuk (Unismuh Luwuk). Dana itu membiayai transportasi dan akomodasi sekitar 50 mahasiswa yang membantu pendataan desa.
Sekretaris Daerah Bangkep Muh. Aris Susanto mengumumkan rencana itu, Rabu (26/8/2026). Ia menyampaikannya saat membuka Expo Mahasiswa KKN di lapangan Desa Tatakalay, Kecamatan Tinangkung Utara.
Rektor Unismuh Luwuk hadir bersama wakil rektor dan jajaran kampus. Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain asisten pemda dan Kadis Perhubungan Din Lamasada. Camat Tinangkung Utara Gafar, Babinsa, Babinkamtibmas, para kades, dan mahasiswa KKN juga turut serta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Aris menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Rusli Moidady. Sebab, bupati sedang mengikuti perayaan Maulid Nabi bersama jajaran Pemda Bangkep.
Menurut Aris, mahasiswa tidak hanya belajar dari buku dan ruangan melalui KKN. Mereka belajar langsung dari kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa memahami potensi desa dan mengenali persoalan masyarakat. Selain itu, mereka menghadirkan gagasan dan inovasi yang bermanfaat nyata.
Aris menyebut expo itu momentum untuk memperlihatkan hasil kegiatan, kreativitas, dan inovasi mahasiswa. Karya itu justru lahir dari pengabdian mereka di tengah masyarakat.
“Saya berharap expo ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan hasil kegiatan KKN,” ujar Aris.
Lebih dari itu, ia ingin expo menjadi ruang promosi potensi desa. Potensi itu mencakup produk UMKM, kerajinan, kuliner, pertanian, perikanan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Aris berharap hasil positif KKN tidak berhenti saat mahasiswa kembali ke kampus. Masyarakat dan pemerintah desa perlu melanjutkan program yang mereka rintis. Dengan begitu, manfaatnya berlanjut. Ia menekankan, masyarakat bukan sekadar objek kegiatan. Masyarakat adalah mitra dalam membangun dan mengembangkan desa.
Aris mengatakan Pemda Bangkep segera menjalin kerja sama dengan Unismuh Luwuk. Kerja sama itu mengajak mahasiswa KKN kembali ke Bangkep untuk membantu pendataan desa. Kurang lebih 50 mahasiswa mengumpulkan data masyarakat di desa-desa. Data itu kemudian masuk ke Pemda Bangkep.
Menurutnya, dana Rp200 juta menutup kebutuhan transportasi dan akomodasi para mahasiswa. Ia berharap hasil pendataan menjadi sumber data yang tepat bagi Pemda Bangkep. Data itu menopang berbagai kebutuhan pembangunan Banggai Kepulauan.
Di sisi lain, pengalaman KKN menjadi bekal berharga bagi mahasiswa setelah lulus, Aris menutup dengan satu pesan bahwa “semua laporan pembangunan mesti berpijak pada data yang tepat”ujarnya.*[]
Penulis : Victor Reppie
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia.co















