KLIK INDONESIA, KALIMANTAN — TNI mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan. TNI AU mengerahkan tiga pesawat Cassa-212 untuk mendukung pelaksanaan OMC di sejumlah wilayah.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi TNI, BNPB, dan BMKG dalam penanganan karhutla. Operasi ini bertujuan membantu mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama pada wilayah rawan. Satu pesawat Cassa-212 A-2105 berada di Lanud Dhomber, Balikpapan. Pesawat tersebut mendukung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Ibu Kota Nusantara atau IKN.
Sebanyak 11 personel mengawaki pesawat Cassa-212 A-2105 dalam operasi tersebut. Selain itu, TNI AU menyiapkan pesawat Cassa-212 A-2117 untuk mendukung OMC di Kalimantan Timur. Pesawat tersebut membawa dukungan dari 10 personel dalam pelaksanaan operasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kemudian, pesawat Cassa-212 A-2103 mendukung kegiatan OMC di wilayah Kalimantan Selatan. Sebanyak 10 personel turut mengawaki pesawat tersebut dalam penanganan karhutla.
Dengan demikian, TNI mengerahkan total 31 personel untuk mendukung operasi udara di Kalimantan. Operasi Modifikasi Cuaca menjadi salah satu langkah pemerintah dalam mitigasi risiko karhutla. Namun, pelaksanaan OMC tetap membutuhkan dukungan kondisi cuaca dan awan yang sesuai. Selain operasi udara, tim gabungan juga melakukan pemadaman langsung pada titik-titik api di lapangan.
TNI Padamkan Api di Lahan Gambut Pulang Pisau
Sementara itu, personel TNI bersama tim gabungan memadamkan titik api di Desa Tumbang Nusa. Desa tersebut berada di Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Titik api terdeteksi pada lahan gambut di wilayah tersebut.
Kodim 1011/Kuala Kapuas menerima laporan potensi kebakaran pada Rabu (19/8/2026). Setelah menerima laporan, Kodim segera mengerahkan personel menuju lokasi kejadian. Komandan Kodim 1011/Kuala Kapuas Letkol Inf Deky Febrianto memimpin langsung kegiatan pemadaman.
Selain personel Kodim, operasi melibatkan Satgas Karhutla, Manggala Agni, BPBD, serta Masyarakat Peduli Api. Tim gabungan menggunakan pompa air dan peralatan manual untuk memadamkan api.
Petugas kemudian berupaya mengendalikan api agar tidak meluas ke area sekitar.
“Kami TNI tidak bisa hanya duduk di kantor. Begitu ada laporan titik api, kami harus paling depan,” kata Deky.
Menurut Deky, penanganan karhutla membutuhkan kerja cepat dari seluruh unsur terkait.
“Ini tugas kita bersama untuk menyelamatkan hutan, masyarakat, dan mencegah kabut asap,” ujarnya.
Lahan gambut membutuhkan penanganan khusus karena api dapat menyebar di bawah permukaan tanah. Karena itu, tim perlu memastikan area terbakar benar-benar padam dan tidak kembali mengeluarkan asap.
Selain pemadaman, petugas juga perlu melakukan pendinginan pada titik-titik rawan kebakaran. Langkah tersebut penting untuk mencegah munculnya api baru setelah proses pemadaman. Pemerintah dan aparat terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api di wilayahnya. Kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah karhutla meluas.*[]
Penulis : Redaksi
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: CNN Indonesia.com















