Akhirnya Muncul, Nusron Wahid Buka Suara Soal Kasus Suap HGB Bogor

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026 - 14:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Menteri ATR BPN Nusron Wahid menegaskan siap kooperatif dan menghormati proses hukum KPK terkait pengusutan suap HGB Kabupaten Bogor. (Ft: CNN Indonesia)

Menteri ATR BPN Nusron Wahid menegaskan siap kooperatif dan menghormati proses hukum KPK terkait pengusutan suap HGB Kabupaten Bogor. (Ft: CNN Indonesia)

KLIK INDONESIA.JAKARTA — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, akhirnya angkat bicara. Ia menanggapi penanganan kasus dugaan korupsi di instansinya yang tengah disidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nusron menyatakan penghormatan penuh terhadap proses penyidikan kasus mafia tanah tersebut. Dugaan suap ini berkaitan erat dengan pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor.

“Pertama, kami menghormati apa yang diproses oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini KPK. Kami juga akan mengikuti dan membantu proses yang ada di sini,” kata Nusron di Jakarta pada Jumat (18/9/2026).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Momentum Pembenahan Layanan Internal BPN

Menurut Nusron, penyidikan KPK harus menjadi momentum perbaikan tata kelola di internal kantor pertanahan. Pihaknya berkomitmen memperkuat transparansi serta akuntabilitas pelayanan publik secara konsisten.

“Semoga dengan kejadian ini ada proses percepatan perbaikan pelayanan di internal kantor pertanahan. Saya kira itu,” ujarnya.

Mengenai penyebutan namanya dalam perkara tersebut, Nusron menyerahkan seluruh penanganan kepada penyidik. Pihaknya akan tetap kooperatif selama proses hukum berlangsung.

“Kami ikuti prosesnya ini dan kami serahkan sepenuhnya kepada KPK sebagai aparat penegak hukum,” tegas Nusron.

Penetapan Tersangka dan Penggeledahan KPK

Sebelumnya, penyidik KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kawasan Jabodetabek pada Senin (14/9/2026). Operasi tersebut menyasar dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.

Lembaga antirasuah kemudian menetapkan delapan orang tersangka dalam perkara ini. Empat tersangka diduga merupakan orang kepercayaan Nusron Wahid.

Mereka adalah mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, politikus Golkar Fahd El Fouz, serta dua pihak swasta bernama Erwin dan Muhammad Fakhry. Sementara itu, empat tersangka lain mencakup Kepala Kantah Bogor Sontang Coin Manurung, Presdir PT Summarecon Agung Adrianto Pitojo Adhi, Dirjen Pengendalian Tanah Lampri, dan Rizal Pahlevi.

Penyidik KPK juga menggeledah sejumlah ruangan dirjen di lingkungan Kementerian ATR/BPN pada Kamis (17/9/2026). Meski begitu, penyidik menegaskan tidak melakukan penggeledahan di ruang kerja Nusron Wahid.*[]

Penulis : Redaksi

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: CNN Indonesia.com

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Tim Penyelam Kopaska TNI AL Periksa KM Virgo Transport Terbalik
Menteri Nusron Wahid Tak Berkantor Saat KPK Penggeledahan ATR BPN
Mengapa Kami Memilih Berjuang Bersama PJS?
Sembilan Wartawan Senior Kepri Bergabung ke PJS
Usai OTT KPK di BPN, Nusron Wahid Dua Hari Absen Rapat Bersama DPR RI
Basarnas Perluas Area Pencarian 129 Korban KM Virgo Transport
KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Menteri Nusron Wahid Kasus Suap ATR BPN
KPK Tahan Delapan Tersangka Kasus Korupsi HGB PT Summarecon

Klik Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:14 WIB

Akhirnya Muncul, Nusron Wahid Buka Suara Soal Kasus Suap HGB Bogor

Kamis, 17 September 2026 - 22:18 WIB

Tim Penyelam Kopaska TNI AL Periksa KM Virgo Transport Terbalik

Kamis, 17 September 2026 - 20:39 WIB

Mengapa Kami Memilih Berjuang Bersama PJS?

Kamis, 17 September 2026 - 17:27 WIB

Sembilan Wartawan Senior Kepri Bergabung ke PJS

Rabu, 16 September 2026 - 18:38 WIB

Usai OTT KPK di BPN, Nusron Wahid Dua Hari Absen Rapat Bersama DPR RI

Klik Terbaru