SALAKAN — Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep), Rusli Moidady, menegaskan pentingnya pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat sebagai upaya strategis menjaga identitas, nilai budaya, serta hak-hak leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.
Penegasan tersebut disampaikan Rusli saat membuka kegiatan Pembahasan Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Kabupaten Banggai Kepulauan yang dipusatkan di Aula Bharata, Salakan, Senin (2/11/2026).
Kegiatan penting ini turut dihadiri Kepala Dinas Kelautan Provinsi, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, kepala perangkat daerah terkait, para camat se-Kabupaten Banggai Kepulauan, pimpinan lembaga organisasi, mitra kerja, Dr. Andi Munafri, S.H., M.H., Ketua Koalisi Pulau Peling Imam Hanafi, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan komunitas adat setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bukan Sekadar Dokumen Administratif
Dalam sambutannya, Rusli memaparkan bahwa masyarakat hukum adat merupakan bagian fundamental dari sejarah, identitas, dan denyut kehidupan di Banggai Kepulauan. Di dalamnya tersimpan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi pedoman hidup masyarakat.
Menurutnya, pengakuan dan perlindungan hukum adat tidak boleh direduksi sekadar sebagai pemenuhan syarat administratif atau tumpukan dokumen belaka, melainkan wujud nyata tanggung jawab moral menjaga warisan leluhur.
“Upaya untuk memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap masyarakat hukum adat bukan hanya berbicara tentang aturan atau dokumen administratif. Tetapi juga bagaimana kita menjaga identitas, nilai budaya, serta hak-hak masyarakat adat agar tetap hidup dan dihormati,” tegas Rusli.
Pastikan Pembangunan Selaras dengan Adat
Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, lanjut Rusli, berkomitmen penuh mengawal proses pengakuan tersebut melalui mekanisme yang transparan dan berlandaskan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia juga mendorong agar forum diskusi ini dimanfaatkan secara maksimal untuk menampung masukan konstruktif dari para pemangku kepentingan, sehingga menghasilkan langkah konkret bagi perlindungan generasi mendatang.
“Pemerintah hadir bukan untuk menghilangkan nilai-nilai adat, tetapi untuk memastikan bahwa adat, budaya, dan kehidupan masyarakat dapat terus berkembang dan terlindungi,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen yang berpartisipasi, berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat dapat terus terjalin selaras dengan arah pembangunan daerah.
Penulis : Victor Reppie
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia / Pemkab Bangkep















