Oleh: Budi Dako (Jurnalis)
OPINI — Keindahan bahari Kepulauan Togean di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, merupakan modal besar pengembangan pariwisata nasional maupun internasional. Laut jernih, terumbu karang alami, gugusan pulau tropis, serta kebudayaan pesisir menjadi daya tarik utama kawasan ini.
Namun, promosi masif tidak akan berdampak maksimal tanpa kesiapan fasilitas, aksesibilitas, kualitas pelayanan, serta pelestarian lingkungan. Tantangan utamanya bukan sekadar mendatangkan wisatawan, melainkan memastikan mereka tinggal lebih lama dan menggerakkan roda ekonomi daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- Promosi Harus Diiringi Pembenahan Fasilitas
Promosi digital melalui media sosial dan video dapat membangun minat kunjungan secara cepat. Meski demikian, fasilitas dasar di lapangan tetap menjadi kunci utama.
- Fasilitas Dasar: Ketersediaan air bersih, listrik andal, jaringan internet, sanitasi layak, pengelolaan sampah, serta penginapan yang nyaman.
- Peran Dinas Pariwisata: Dinas Pariwisata Kabupaten Tojo Una-Una bersama OPD terkait harus memetakan skala prioritas pembenahan sesuai kondisi lapangan dan kemampuan anggaran daerah.
- Penguatan Aksesibilitas dan Layanan Wisata
Transportasi yang mudah dan informasi yang jelas menjadi pertimbangan utama wisatawan dalam merencanakan perjalanan.
- Konektivitas Udara & Laut: Optimalisasi peran Bandara Tanjung Api Ampana lewat koordinasi bersama maskapai, serta kejelasan jadwal dan biaya moda transportasi laut menuju Togean.
- Pemberdayaan Ekonomi Lokal: Pengembangan pusat kuliner khas daerah dan pusat oleh-oleh UMKM/perajin lokal.
- Fasilitas Transaksi: Perluasan akses pembayaran digital (QRIS/Bank) dan kemudahan penukaran mata uang asing (money changer) bagi wisatawan mancanegara.
- Internet dan Pelestarian Budaya Lokal
Jaringan telekomunikasi bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan instrumen penting untuk efisiensi bisnis dan promosi wisatawan.
- Digitalisasi Usaha: Jaringan internet memperluas jangkauan pemasaran penginapan, paket wisata, dan produk UMKM lokal.
- Integrasi Budaya: Atraksi seni, festival budaya, dan kearifan lokal harus menjadi bagian dari paket wisata tanpa mengomodifikasi tradisi setempat secara berlebihan.
- Evaluasi Anggaran dan Dampak Ekonomi (PAD)
Promosi pariwisata harus terukur dan memberikan manfaat nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kesejahteraan warga.
- Indikator Keberhasilan: Keberhasilan program diukur dari statistik kunjungan, lama tinggal (length of stay), tingkat keterisian penginapan (occupancy rate), transaksi UMKM, hingga kepuasan pengunjung.
- Sinergi Lintas OPD: Pengeluaran anggaran promosi harus direncanakan secara efisien dan dievaluasi berkala guna mendukung peningkatan kapasitas fiskal daerah.
- Keseimbangan Ekologi dan Prospek Masa Depan
Kenyamanan pengunjung tidak boleh mengorbankan ekosistem laut. Kebersihan pantai dan kelestarian terumbu karang merupakan fondasi utama keberlanjutan wisata Togean.
Pengembangan pariwisata Kepulauan Togean membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, pelaku usaha, dan masyarakat lokal.*[]
Penulis : Budi Dako
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia.co















