KLIK INDONESIA, TOUNA – Kepulauan Togean di Kabupaten Tojo Una-Una menyimpan potensi wisata bahari berkelas dunia. Kejernihan perairan, terumbu karang, dan gugusan pulau tropis Teluk Tomini menjadi daya pikat utama wisatawan internasional.
Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT) Askhari Dg. Masiki menegaskan pentingnya menjaga ekosistem bahari tersebut. Keterlibatan lintas sektor sangat mendesak agar keindahan alam kawasan ini tetap lestari.
“Keindahan Kepulauan Togean merupakan aset bangsa, khususnya bagi Kabupaten Tojo Una-Una. Karena itu, kelestariannya perlu kita jaga bersama demi keberlanjutan generasi mendatang,” ujar Askhari, Selasa (29/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
UNESCO resmi menetapkan kawasan Togean sebagai Cagar Biosfer Internasional pada 19 Juni 2019 di Paris. Status tersebut memperkuat posisi Togean sebagai destinasi konservasi sekaligus magnet pariwisata bahari Indonesia.
Tantangan Ekologis dan Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan
Pengembangan pariwisata Togean tidak boleh sekadar mengejar angka kunjungan turis mancanegara. Perlindungan terumbu karang, kebersihan pantai, dan pengelolaan sampah menjadi fondasi utama pelestarian ekosistem laut.
Sinergi pemerintah daerah, pengelola kawasan, pelaku usaha, serta masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan. Langkah terpadu ini diharapkan memberi dampak ekonomi langsung tanpa merusak lingkungan hayati.
Ekosistem laut yang terjaga akan membuka peluang usaha baru bagi warga pesisir. Kemandirian ekonomi masyarakat dapat tumbuh seiring dengan terjaganya kelestarian flora dan fauna bawah laut.
Togean bukan sekadar kebanggaan Sulawesi Tengah, melainkan warisan alam milik bangsa Indonesia. Pengelolaan yang tepat akan memastikan pesona bahari ini terus dinikmati hingga generasi mendatang.*[]
Penulis : Budi Dako
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia.co















