Menolak Kebijakan Masa Huni yang Mengancam Kehidupan Mereka

- Redaksi

Kamis, 24 April 2025 - 15:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif



Bangunan Rusun Marunda, warga huni menolak kebijakan pemerintah provinsi DKJ yang mengcam kehidupan mereka. [Foto: detiknews.com]

JAKARTA [KLIK INDONESIA] – Mentari sore menyinari dinding-dinding kusam Rusun Marunda, menerangi wajah-wajah penuh kekhawatiran. Di balik tembok beton yang menjulang, tersimpan cerita kehidupan puluhan keluarga yang kini dibayangi ancaman penggusuran. Bukan penggusuran fisik, melainkan penggusuran hati, karena kebijakan baru Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang membatasi masa hunian di rusun ini. Lima tahun, itulah batas waktu yang diberikan, sebuah angka yang terasa begitu singkat bagi Rini (45), dan ratusan penghuni lainnya yang telah menjadikan Rusun Marunda sebagai rumah.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lima tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Rini. Di sini, di antara deretan bangunan yang rapat dan lorong-lorong sempit, ia telah membesarkan anak-anaknya, menjalin persahabatan dengan tetangga, dan membangun kehidupan yang sederhana namun penuh makna. Dinding-dinding kamarnya yang sederhana menyimpan kenangan, dari tawa anak-anak hingga air mata kesedihan. Kini, kenangan itu terancam sirna, tergantikan oleh kecemasan akan masa depan yang tak menentu.

“Kami sudah lama tinggal di sini, sudah membayar sewa dengan tertib,” ujar Rini, suaranya bergetar menahan emosi.

“Kalau harus pindah, kami akan kesulitan mencari tempat tinggal lain yang terjangkau. Di Jakarta ini, semua mahal!” Matanya berkaca-kaca, mencerminkan keputusasaan yang perlahan menggerogoti hatinya seperti yang dikutip dari kompas.com.

Rusun Marunda, bagi warga di sini, bukan sekadar tempat tinggal. Ia adalah sebuah komunitas, sebuah keluarga besar yang saling mendukung dan berbagi suka duka. Harga sewa yang relatif terjangkau menjadi penyelamat bagi mereka yang berpenghasilan pas-pasan, sebuah oase di tengah hiruk-pikuk kehidupan Jakarta yang serba mahal. Kehidupan mereka telah terjalin erat dengan lingkungan sekitar, dengan tetangga yang telah menjadi seperti keluarga sendiri.

Namun, kebijakan pembatasan masa hunian ini mengancam semua itu. Bayangan mencari tempat tinggal baru, berurusan dengan birokrasi, dan menghadapi biaya pindah yang tak sedikit, menimpa mereka seperti momok menakutkan. Mereka bukannya menolak untuk pindah, namun mereka meminta waktu dan solusi yang lebih manusiawi. Mereka berharap pemerintah mendengarkan keluhan mereka, mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi mereka, dan memberikan solusi yang lebih adil.

“Saya berharap pemerintah mau mendengar keluhan kami dan memberikan solusi yang lebih manusiawi,” kata Rini, suaranya masih bergetar. Harapan itu terpancar dari matanya, sebuah harapan yang dipegang teguh di tengah ketidakpastian yang membayangi. Di balik dinding-dinding Rusun Marunda, tersimpan lebih dari sekadar tempat tinggal; tersimpan harapan, mimpi, dan perjuangan hidup sederhana yang layak untuk diperjuangkan. Nasib mereka kini bergantung pada kebijakan pemerintah, sebuah kebijakan yang menentukan masa depan mereka di kota yang penuh gemerlap namun juga penuh ketidakadilan.*


– KlikIndonesia.co –

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Pemdes Bakalan Sosialisasi Perkades Penertiban Hewan Ternak Lewat Baliho
Ismet Mile Jadikan Kabile Bone Kawasan Percontohan
Dampak Kemarau, Pemkab Bangkep dan Warga Gelar Solat Istisqa
Kelurahan Tarok Dipo Bantu warga Perbaiki Data Desil
Sekda Bangkep Buka Audiensi Bersama Balai GTK Sulteng
PDAM Luwuk Utara Sponsori Warga dan Santri DDI Sholat Istisqa
Wakil Bupati Bangkep Hadiri Peringatan Harhubnas Di Luwuk
Pemkab Touna Dan BPJS Perluas Jaminan Sosial Pengabdi Desa

Klik Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Pemdes Bakalan Sosialisasi Perkades Penertiban Hewan Ternak Lewat Baliho

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Ismet Mile Jadikan Kabile Bone Kawasan Percontohan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Dampak Kemarau, Pemkab Bangkep dan Warga Gelar Solat Istisqa

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Sekda Bangkep Buka Audiensi Bersama Balai GTK Sulteng

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:50 WIB

PDAM Luwuk Utara Sponsori Warga dan Santri DDI Sholat Istisqa

Klik Terbaru

Bupati Bone Bolango Ismet Mile menetapkan Kecamatan Kabila Bone sebagai kawasan percontohan industri guna mempercepat pemerataan pembangunan daerah, Jumat (2/10/26). (bedainnews)

GORONTALO

Ismet Mile Jadikan Kabile Bone Kawasan Percontohan

Jumat, 2 Okt 2026 - 15:14 WIB