KLIK INDONESIA, BUKITTINGGI – Pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat berbasis desil memicu kebingungan warga di Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Kamis (1/10/2026).
Sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) mendatangi Kantor Lurah Tarok Dipo. Mereka mengadukan kenaikan status kesejahteraan yang mendadak melonjak ke Desil 6 hingga Desil 8.
Skala desil yang ditetapkan pemerintah membentang dari Desil 1 untuk kelompok paling miskin hingga Desil 10 bagi warga paling sejahtera. Kenaikan desil tersebut dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi riil warga di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendataan Ulang Lapangan dan Verifikasi SIKS-NG
Pemerintah Kelurahan Tarok Dipo merespons cepat gelombang aduan warga tersebut. Staf kelurahan langsung memfasilitasi proses input pemutakhiran data melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).
Lurah Tarok Dipo Ahmad Fauzan membenarkan adanya pemutakhiran data secara masif tersebut. Pihaknya menurunkan tim untuk melakukan verifikasi faktual ke rumah warga.
“Benar, masyarakat datang ke Kantor Lurah Tarok Dipo dan dibantu perbaikan data desil oleh staf kami. Sudah sekitar 100 KK yang melapor,” kata Ahmad Fauzan saat memberikan keterangan resmi.
Ahmad Fauzan mengimbau warga Tarok Dipo yang merasa dirugikan oleh penetapan desil saat ini untuk segera datang ke kantor lurah. Warga cukup membawa dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
Pihak kelurahan berkomitmen mengawal perbaikan data hingga tuntas. Langkah ini dilakukan agar klasifikasi kesejahteraan warga kembali akurat dan tepat sasaran.*[]
Penulis : Redaksi
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Bedainnews.com















