AMBON, KLIK INDONESIA – Warga di kawasan Passo Waimahu RT 43/RW 09 menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon atas tersedianya akses air bersih yang baru-baru ini mulai mengalir ke permukiman mereka. Program tersebut dinilai sangat membantu, mengingat selama ini masyarakat kerap mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasokan air bersih.
Salah satu warga, Nus Uneputty, mengungkapkan bahwa sebelumnya mereka hanya mengandalkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, jika persediaan tidak mencukupi, warga terpaksa membeli air di sekitar Gereja Menara dengan biaya tambahan. “Selama ini kami hanya mengandalkan air hujan. Kalau ada motor atau mobil, kami harus beli air di sekitar Gereja Menara,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).
Dengan adanya sumber air bersih yang kini mengalir langsung ke kawasan Passo Waimahu, warga merasa sangat terbantu. Mereka pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon yang telah merealisasikan program prioritas tersebut. “Sekarang sumber air sudah dekat, kami masyarakat di sini merasa sangat terbantu,” tambah Nus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski begitu, warga masih memiliki sejumlah harapan lain yang perlu menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya adalah perbaikan infrastruktur jalan yang sering rusak akibat curah hujan tinggi. “Jalan kami rusak karena air hujan yang terus menggerus permukaan jalan. Kami berharap kalau bisa ada pengaspalan hotmix, apalagi jalan ini masuk dalam anggaran APBN,” jelasnya.
Selain itu, kebutuhan penerangan jalan juga menjadi sorotan. Saat ini, hanya terdapat tiga unit lampu tenaga surya di kawasan tersebut. Warga menilai jumlah itu belum memadai untuk menerangi seluruh wilayah pada malam hari. “Kalau bisa ditambah lampu jalan dari depan sampai ke dalam, karena kondisinya sangat gelap,” tambahnya.
Masyarakat berharap Pemkot Ambon dapat terus mengembangkan program pembangunan infrastruktur berbasis kebutuhan warga, sehingga pelayanan dasar tidak hanya terfokus di pusat kota, tetapi juga menjangkau wilayah pinggiran dan terpencil. ##
Penulis : Maritji Sihasale
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia









