Hobi Minum Kopi Sachet? Waspada 6 Bahaya Ini bagi Kesehatan

- Redaksi

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi AI

Ilustrasi AI

JAKARTA,KLIKINDONESIA– Kopi sachet atau kopi instan menjadi primadona karena praktis dan murah. Cukup seduh air panas, minuman pembangkit energi siap dinikmati.

Namun, di balik kemudahannya, tersimpan risiko kesehatan yang jarang disadari. Melansir Healthline, berikut adalah enam bahaya kopi sachet yang patut Anda waspadai:

1. Kandungan Nutrisi Minim

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski mengandung antioksidan, kontribusi gizi kopi instan sangat kecil. Secangkir kopi ini umumnya hanya menyumbang 7 kalori serta sedikit kalium, magnesium, dan niasin.

2. Risiko Efek Samping Kafein

Kandungan kafein per cangkir (30-90 mg) memang lebih rendah dari kopi seduh. Namun, konsumsi berlebihan tetap memicu jantung berdebar, cemas, dan gangguan tidur. Individu sensitif wajib hati-hati.

3. Tinggi Zat Akrilamida

Ini bahaya paling serius. Kopi instan mengandung akrilamida dua kali lebih tinggi akibat proses pemanggangan. Zat kimia ini dikaitkan dengan risiko kanker dan kerusakan sistem saraf jika terpapar dalam jumlah besar.

4. Picu Asam Lambung

Kopi instan cenderung lebih asam. Bagi penderita GERD atau maag, minuman ini bisa memicu rasa perih, mual, dan sensasi terbakar di dada lebih cepat dibanding kopi saring.

5. Kurang Senyawa Pelindung Jantung

Kopi instan memiliki kadar cafestol dan kahweol yang lebih rendah. Padahal, kedua senyawa ini berpotensi melindungi kesehatan jantung. Artinya, manfaat kardiovaskularnya tidak sekuat kopi seduh alami.

6. Kapasitas Antioksidan Berkurang

Proses pengolahan pabrik dapat memangkas kapasitas antioksidan hingga 40 persen. Hal ini mengurangi efektivitas kopi dalam melawan stres oksidatif dan penuaan dini.

Meski demikian, bukan berarti Anda harus berhenti total. Konsumsi dalam batas wajar (3-5 cangkir sehari) masih memberikan manfaat, seperti meningkatkan fungsi otak dan metabolisme. Kuncinya adalah bijak dan tidak berlebihan. (*)

Penulis : REDAKSI

Editor : REDAKSI

Sumber Berita: CNN Indonesia.com

Klik Terkait

Persija Resmi Tunjuk Shin Tae Yong Jadi Pelatih
PDIP Beri Salinan Ijazah Jokowi ke YouTuber Mikhael Sinaga
Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD
Perkuat SDM Perikanan, Wabup Bangkep Audiensi dengan Politeknik KP Bone
KAI Batalkan 8 Perjalanan Kereta Hari Ini, Berikut Daftarnya
Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, 6 Pejabat Dilantik
Dandim 1308 Luwuk Banggai Sambangi Koramil Liang, Tekankan Sinergi
Menkeu Purbaya Ancam ‘Tendang’ Pegawai yang Tak Patuh Arahan

Klik Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 20:19 WIB

Persija Resmi Tunjuk Shin Tae Yong Jadi Pelatih

Senin, 8 Juni 2026 - 19:51 WIB

PDIP Beri Salinan Ijazah Jokowi ke YouTuber Mikhael Sinaga

Senin, 8 Juni 2026 - 16:30 WIB

Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD

Senin, 4 Mei 2026 - 19:01 WIB

Perkuat SDM Perikanan, Wabup Bangkep Audiensi dengan Politeknik KP Bone

Rabu, 29 April 2026 - 09:49 WIB

KAI Batalkan 8 Perjalanan Kereta Hari Ini, Berikut Daftarnya

Klik Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB