Delegasi Hamas tiba di Kairo, Mesir, pada hari Sabtu (4/26/2025), untuk memulai serangkaian pertemuan dengan pejabat Mesir.
Diskusi ini difokuskan pada visi Hamas terkait dengan penghentian agresi militer di Jalur Gaza, pertukaran tahanan dengan Israel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, proposal perjanjian komprehensif akan dibahas yang mencakup penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza dan rekonstruksi wilayah yang dihancurkan oleh serangan itu.
Dalam pernyataan resminya, Hamas menyatakan bahwa delegasi itu juga akan membahas pentingnya mempercepat pengiriman bantuan kemanusiaan. Terutama pasokan makanan dan obat -obatan, untuk memenuhi kebutuhan warga Gaza yang mendesak.
Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas pembentukan Komite Dukungan Sosial untuk mengelola urusan sipil di Gaza dan dinamika internal Palestina dan upaya untuk mengatasinya.
Hamas juga menyoroti dampak kebijakan pengepungan dan kelaparan yang diterapkan oleh Israel pada populasi Gaza,
Hamas menekankan bahwa pentingnya tindakan segera untuk membuka akses ke bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.
Delegasi Hamas dipimpin oleh Muhammad Darwish, ketua Dewan Kepemimpinan Hamas, dan terdiri dari tokoh-tokoh senior seperti Khaled Meshaal, Khalil al-Hayya, Zaher Jabarin, dan Nizar Awadallah.
Sebelumnya, kantor berita Reuters melaporkan bahwa delegasi Hamas dijadwalkan untuk berangkat ke Kairo untuk membahas proposal baru mengenai gencatan senjata jangka panjang, yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Gaza.
Menurut 2 sumber Reuters, proposal tersebut termasuk perjanjian untuk menghentikan pertempuran selama 5 hingga 7 tahun, dengan prasyarat untuk pembebasan semua tahanan yang masih ditahan di Gaza.
Namun, sampai sekarang, Israel belum memberikan tanggapan resmi terhadap proposal gencatan senjata jangka panjang.
Sementara itu, kantor berita AFP juga mengutip seorang pejabat Hamas yang mengatakan bahwa delegasi tersebut membawa sejumlah “ide -ide baru” untuk menemukan solusi deescalization di Gaza.
Pada hari Sabtu pekan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengkonfirmasi komitmennya untuk melanjutkan operasi militer di Gaza.
Netanyahu juga menolak proposal Hamas untuk menawarkan pelepasan semua tahanan di Gaza sebagai imbalan atas penghentian perang dan penarikan pasukan Israel dari wilayah tersebut.
Dalam perkembangan lain, Israel baru -baru ini mengajukan penawaran gencatan senjata selama 45 hari sebagai imbalan atas pembebasan 10 Tahanan Kehidupan. Namun, tawaran itu ditolak oleh Hamas.
RakyatPos World









