KLIK INDONESIA. MEDAN – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian merespons usul pemakzulan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu oleh DPRD Tapteng. Kemendagri telah menurunkan tim khusus ke lokasi untuk memediasi kedua pihak.
“Sudah ada tim dari Kemendagri yang turun ke sana,” kata Tito di Medan pada Rabu (9/9/2026) malam.
Tito enggan membeberkan detail hasil proses mediasi yang sedang berjalan tersebut. Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta perselisihan ini segera usai. Ia menekankan agar konflik politik tidak mengorbankan kepentingan warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mudah-mudahan selesai. Saya inginnya selesai karena yang kasihan masyarakat,” ujar Bobby.
Ia mengingatkan bahwa Tapteng merupakan area terdampak banjir dan longsor. Menurutnya, pemulihan kawasan serta penyaluran bantuan banjir masih tergolong lambat.
Soroti Serapan APBD Rendah
Sebelumnya, lima partai politik menyuarakan wacana pemakzulan terhadap Bupati Masinton. Partai tersebut meliputi NasDem, Golkar, Gerindra, PAN, dan PKB.
Juru bicara lima partai Hazmi Arif Simatupang menilai roda pemerintahan Tapteng tidak berjalan optimal.
“Kami mempertimbangkan untuk mengambil sikap politik melalui DPRD Tapteng sampai pada tingkat pemakzulan,” kata Hazmi.
Ia mengungkapkan bahwa penyerapan APBD Tapteng 2026 hingga Agustus baru menyentuh 30 persen. Kondisi ini dinilai menghambat pelayanan publik dan pelaksanaan pembangunan daerah. Selain itu, lima partai juga memprotes lambatnya penanganan bencana banjir bagi warga.
Gerindra Pilih Mundur
Meski sempat menyuarakan kritik keras, Fraksi Gerindra akhirnya melunakkan sikap. DPC Gerindra Tapteng menyatakan menarik diri dari wacana pemakzulan Bupati Masinton. Pihaknya mengaku kini memilih fokus mengawal penanganan persoalan pemerintahan di Tapanuli Tengah tanpa jalur pemakzulan.*[]
Penulis : Redaksi
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: CNN Indonesia.com















