Anak Krakatau Erupsi Saat Pencarian Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

- Redaksi

Rabu, 9 September 2026 - 20:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

 Gunung Anak Krakatau kembali erupsi saat tim SAR gabungan melakukan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. (CNN Indonesia)

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi saat tim SAR gabungan melakukan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. (CNN Indonesia)

KLIKINDONESIA, PANDEGLANG — Gunung Anak Krakatau kembali menyemburkan abu vulkanik tebal di tengah operasi pencarian lima jurnalis yang hilang. Semburan material erupsi tersebut terjadi pada Rabu siang (9/9/2026) sekitar pukul 13.31 WIB di perairan Selat Sunda.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengonfirmasi erupsi terjadi saat KN SAR Tetuka 247 sedang menyisir area perairan. Meskipun aktivitas vulkanik meningkat, tim SAR menegaskan proses pencarian rombongan kapal tetap berjalan di lokasi kejadian.

“Kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan bagi seluruh personel,” ujar Al Amrad melalui keterangan tertulis resmi.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan bahwa petugas gabungan mengutamakan aspek keamanan sembari terus menyesuaikan dinamika cuaca serta aktivitas gunung. Memasuki hari kedua pencarian, tim SAR telah menerjunkan tujuh Search and Rescue Unit ke berbagai sektor penyisiran.

Guna memaksimalkan pelacakan, petugas juga menerbangkan teknologi drone thermal untuk memindai keberadaan para korban di permukaan laut.

Kendati demikian, hasil pencarian hingga Rabu sore dilaporkan masih nihil dan belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal.

“Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil,” tegas Al Amrad menjelaskan perkembangan terbaru operasi di lapangan.

Ia menegaskan evaluasi strategi akan terus dilakukan agar delapan penumpang kapal dapat segera ditemukan selamat. Sebagai informasi, rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan Carita pada Senin (7/9/2026) sore sebelum akhirnya hilang kontak.

Kapal yang membawa lima wartawan, kapten Warta, ABK Surakman, serta pemandu Heriyanto terputus komunikasi sejak pukul 15.04 WIB. Penyisiran kini terus difokuskan pada koordinat peta titik sinyal terakhir yang sempat terkirim oleh salah satu jurnalis.*[]

Penulis : Redaksi

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: CNN Indonesia.com

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Gerindra Tapteng Tarik Wacana Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu
Menkeu Purbaya Sebut Utang Kereta Cepat Dicicil 80 Tahun
Kemensos Sanksi 1.900 Pegawai Terindikasi Judi Online
Nama Anggota DPR Eva Stevany Masuk Data Desil Bansos
KAI Tambah Kereta dan Kapasitas Imbas Erupsi Anak Krakatau
Abu Krakatau Tutup Delapan Bandara Termasuk Soetta
Korban Keracunan MBG di Sidoarjo Alami Trauma Mendalam
Pengadilan Tinggi Militer Batalkan Pemecatan Prajurit BAIS TNI

Klik Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:31 WIB

Anak Krakatau Erupsi Saat Pencarian Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Selasa, 8 September 2026 - 21:27 WIB

Menkeu Purbaya Sebut Utang Kereta Cepat Dicicil 80 Tahun

Selasa, 8 September 2026 - 20:51 WIB

Kemensos Sanksi 1.900 Pegawai Terindikasi Judi Online

Selasa, 8 September 2026 - 15:57 WIB

Nama Anggota DPR Eva Stevany Masuk Data Desil Bansos

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

KAI Tambah Kereta dan Kapasitas Imbas Erupsi Anak Krakatau

Klik Terbaru

 NCID Malaysia menangkap pilot lain di Lembah Klang yang diduga mengelola uang sindikat penyelundupan ekstasi ke Jakarta.(CNN Indonesia)

Internasional

Usut Narkoba Soekarno-Hatta, Malaysia Tangkap Lagi Satu Pilot

Rabu, 9 Sep 2026 - 18:15 WIB