Kabinet Israel terbagi tentang genosida Gaza

- Redaksi

Minggu, 27 April 2025 - 03:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pertemuan Kabinet Keamanan Israel mengungkapkan adanya “perbedaan besar” antara jajaran politik dan militer yang terkait dengan kebijakan pemerintah pemerintah Benjamin Netanyahu dalam Perang Genosida di Jalur Gaza.

Perbedaan ini muncul kembali dalam pertemuan kabinet terbaru yang diadakan pada Kamis malam, yang berakhir tanpa pernyataan resmi, setelah pertemuan serupa yang diadakan pada Selasa malam.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabinet dijadwalkan untuk bertemu lagi Senin depan, dengan harapan menjembatani perbedaan pandangan antara tingkat militer dan politik terkait dengan rincian kebijakan yang diadopsi dalam perang di Gaza, serta distribusi bantuan dari negara dan partai asing kepada orang -orang Palestina di Jalur Gaza.

Pada hari Jumat, koran Israel Hayom melaporkan bahwa pertemuan pada Kamis malam diwarnai oleh “perbedaan besar” antara militer dan politik.

Surat kabar itu menambahkan bahwa meskipun ada “kemajuan” dalam menjembatani perbedaan yang terkait dengan metode distribusi bantuan kemanusiaan di Gaza, perbedaan serius yang muncul kembali antara para pemimpin militer dan menteri.

Juga dinyatakan bahwa perbedaan serius ini terkait dengan “tahap -tahap selanjutnya dari kampanye militer,” yaitu perang genosida yang telah dilakukan oleh Israel melawan Jalur Gaza selama 19 bulan terakhir.

Dalam laporan itu juga terungkap bahwa “pertengkaran sengit” terjadi dalam sesi tersebut, dengan peserta mengangkat suara masing -masing.

Kegagalan itu mencapai kesepakatan antara kedua pihak mengenai arah perang di Jalur Gaza untuk dikatakan “mengharuskan tentara Israel untuk memperbaiki rencana yang telah disiapkan dan dikembalikan dengan proposal baru sesuai dengan pendekatan para menteri pemerintah.”

Sejak 2 Maret, Israel telah menutup seluruh jalur masuk ke Jalur Gaza untuk makanan, bantuan medis, dan kebutuhan dasar lainnya, yang menyebabkan krisis kemanusiaan yang semakin memburuk bagi warga Palestina, menurut laporan pemerintah, organisasi hak asasi manusia, dan lembaga internasional.

Pemerintah Israel mengklaim bahwa mereka tidak ingin bantuan jatuh ke Hamas, sementara militer mengatakan distribusi bantuan kepada penduduk menimbulkan risiko.

Sementara itu, sejumlah menteri sayap kanan ekstrem, termasuk Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, menyatakan bahwa seharusnya tidak ada bantuan yang diizinkan masuk Gaza sama sekali.

— dengan ini, Israel Hayom Melaporkan bahwa militer telah mengajukan rencana baru yang sejalan dengan tuntutan para menteri, yang menekankan bahwa tidak ada kemungkinan bantuan untuk jatuh ke tangan Hamas.

Surat kabar itu menambahkan bahwa rencana baru disiapkan sedemikian rupa agar tidak membahayakan tentara Israel jika mereka memutuskan untuk mendistribusikan bantuan secara langsung.

Namun, itu tidak dijelaskan secara rinci isi dari rencana baru.

RakyatPos World

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Gubernur Anwar Hafid Minta Evaluasi Asta Cita Fokus Solusi
Bupati Ilham Lawidu Sambut Rakor Asta Cita di Touna
MIN 4 Banggai Gelar Upacara Pembukaan Perkemahan Persari dan Perjusa
Mediasi Mendagri Akhiri Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu
Gubernur Anwar Hafid Dijadwalkan Buka Festival Budaya Bakulupi 2026 Touna
RSUD Luwuk Gelar Audit Klinis TB Resisten Obat Perkuat Mutu Layanan
Pemkab Bangkep Tekan MoU dengan Kejari Balut Atasi Persoalan Hukum
Mendagri Utus Tim Mediasi Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu Tapteng

Klik Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 16:13 WIB

Gubernur Anwar Hafid Minta Evaluasi Asta Cita Fokus Solusi

Sabtu, 12 September 2026 - 16:06 WIB

Bupati Ilham Lawidu Sambut Rakor Asta Cita di Touna

Sabtu, 12 September 2026 - 05:53 WIB

MIN 4 Banggai Gelar Upacara Pembukaan Perkemahan Persari dan Perjusa

Jumat, 11 September 2026 - 19:09 WIB

Mediasi Mendagri Akhiri Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu

Kamis, 10 September 2026 - 15:32 WIB

RSUD Luwuk Gelar Audit Klinis TB Resisten Obat Perkuat Mutu Layanan

Klik Terbaru

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meminta evaluasi pelaksanaan Asta Cita di daerah fokus pada pemecahan masalah lapangan.(ist)

SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Minta Evaluasi Asta Cita Fokus Solusi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:13 WIB

Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Program Asta Cita di Reconnect Buka Buka Island, Kecamatan Ampana Tete, Jumat (11/9/2026).

SULTENG

Bupati Ilham Lawidu Sambut Rakor Asta Cita di Touna

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:06 WIB