Koalisi Mulai Susun Kabinet Prabowo-Gibran, Belum Ada Kepastian Jumlah Menteri

- Redaksi

Sabtu, 26 April 2025 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani (ANT)

JAKARTA [KLIKINDONESIA] -Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengungkapkan bahwa telah ada pembicaraan mengenai formasi kabinet di antara partai-partai koalisi pendukung Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Pemilu 2024, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Namun, Muzani belum mengetahui secara rinci alokasi jumlah menteri untuk masing-masing partai pendukung, karena hal tersebut masih dalam pembahasan para ketua umum (ketum) partai.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu sepenuhnya pembicaraan antara ketum partai koalisi dengan presiden terpilih, saya belum intip pembicaraannya,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (22/5/24).

Muzani menambahkan bahwa Prabowo, sebagai presiden terpilih, berkomitmen untuk merangkul semua pihak, baik yang mendukung maupun yang tidak mendukung dirinya, demi menjaga persatuan dan kesatuan. “Akan mengayomi yang memilih maupun tidak memilih, saya kira ini bentuk komitmen presiden terpilih Prabowo terhadap kerukunan, kebersamaan,” ujarnya.

Pernyataan Muzani mengenai pembicaraan formasi kabinet ini muncul sebagai respons terhadap pernyataan Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, yang menyatakan keyakinannya bahwa PAN akan mendapatkan lebih dari empat kursi menteri.

Pada Selasa (21/5), Saleh mengatakan hal tersebut dengan dasar loyalitas PAN terhadap Prabowo, mengingat PAN telah bersama Prabowo selama 10 tahun di luar pemerintahan.

“Kalau misal ada kader PAN yang menyebut empat (kursi menteri), itu doa dan harapan. Tapi kalau doa, jangan tanggung, jangan empat, kasih lima, enam, nah itu yang masuk akal,” kata Saleh.

Muzani menegaskan kembali bahwa diskusi mengenai alokasi menteri masih berlangsung dan merupakan wewenang ketua umum partai koalisi bersama presiden terpilih. Saat ini, fokus utama adalah memastikan formasi kabinet yang akan mendukung efektivitas pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan.

Sumber : Antaranews


– KlikIndonesia.co –

Klik Terkait

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo
Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM
Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una
Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut
Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD
Kasus Meningkat, Wako Pekanbaru  Minta Skrining HIV Diperkuat
Pemko Pekanbaru Usulkan 76 Sekolah Ikut Revitalisasi
Bupati Bangkep Audiensi Kemenko Pangan Bahas Penguatan Pertanian-Perikanan

Klik Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:13 WIB

Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:00 WIB

Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una

Senin, 8 Juni 2026 - 17:59 WIB

Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut

Senin, 8 Juni 2026 - 16:30 WIB

Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD

Klik Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB