KPK Tingkatkan Indeks Perilaku Anti Korupsi di Riau

- Redaksi

Sabtu, 26 April 2025 - 14:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif



Suasana Rakor IPAK KPK di Riau (mcr)

KLIKINDONESIA [PEKANBARU] – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadakan rapat koordinasi (Rakor) untuk meningkatkan dimensi pengalaman Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) di Provinsi Riau. Acara ini dilaksanakan di Kantor Gubernur Riau pada Selasa (14/5/2024).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Koordinasi dan Supervisi KPK RI Wilayah I, Edi Suryanto, menjelaskan bahwa dalam pemberantasan korupsi, KPK menerapkan tiga strategi utama.

“Ada strategi trisula. Pertama, pendekatan pendidikan masyarakat. Di sini kita menanamkan pada masyarakat lewat pendidikan tentang apa itu korupsi. Jadi tidak ada niatan mereka untuk korupsi sejak awal,” jelasnya.

Edi melanjutkan bahwa strategi kedua adalah pendekatan pencegahan atau upaya preventif. Ia mengatakan bahwa korupsi bisa terjadi karena kelemahan sistem yang ada, sehingga untuk mencegahnya diperlukan tindakan yang menghilangkan kesempatan dan peluang.

 “Yang ketiga adalah pendekatan penindakan. Saat pelaku tertangkap, diberikan penindakan untuk menimbulkan efek jera dan memberikan kesadaran pada pelaku,” lanjutnya.

Edi menjelaskan bahwa IPAK mengukur tingkat permisivitas masyarakat terhadap perilaku anti korupsi. IPAK juga mencakup pendapat mereka terhadap kebiasaan dan pengalaman yang berhubungan dengan pelayanan publik.

“IPAK mengukur permasalahan korupsi yang terbilang kecil, bukan permasalahan korupsi yang besar. Permasalahan kecil ini seperti gratifikasi yang terjadi di sekolah saat kelulusan atau pengambilan rapor,” katanya.

Ia menekankan pentingnya perubahan mental untuk mengatasi korupsi kecil. “Kalau tidak ada perubahan mental, kita tidak akan tahu kapan korupsi kecil ini berakhir. Walau tidak mudah, kita harus mengubahnya,” ajak Edi.

Rakor ini juga dihadiri oleh Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Elly Wardhani, Inspektur Daerah Provinsi Riau, Sigit Juli Hendriawan, dan beberapa PTP terkait. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat serta pemerintah daerah dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi melalui pendidikan dan penindakan yang lebih efektif.

Sumber : MC Riau


– KlikIndonesia.co –

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Kelurahan Tarok Dipo Bantu warga Perbaiki Data Desil
Sekda Bangkep Buka Audiensi Bersama Balai GTK Sulteng
PDAM Luwuk Utara Sponsori Warga dan Santri DDI Sholat Istisqa
Wakil Bupati Bangkep Hadiri Peringatan Harhubnas Di Luwuk
Pemkab Touna Dan BPJS Perluas Jaminan Sosial Pengabdi Desa
Proyek Bozem Tanjungsari Pemicu Kemacetan Parah Di Surabaya Barat
Cagar Biosfer Togean Mendunia Kelestarian Bahari Wajib Dijaga
Sekda Bangkep Buka Lokakarya Pembahasan Pengakuan dan Perlindungan Hukum Adat

Klik Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Kelurahan Tarok Dipo Bantu warga Perbaiki Data Desil

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Sekda Bangkep Buka Audiensi Bersama Balai GTK Sulteng

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:50 WIB

PDAM Luwuk Utara Sponsori Warga dan Santri DDI Sholat Istisqa

Rabu, 30 September 2026 - 15:11 WIB

Pemkab Touna Dan BPJS Perluas Jaminan Sosial Pengabdi Desa

Rabu, 30 September 2026 - 14:51 WIB

Proyek Bozem Tanjungsari Pemicu Kemacetan Parah Di Surabaya Barat

Klik Terbaru

Petugas Kelurahan Tarok Dipo, Bukittinggi, melakukan perbaikan data akibat lonjakan desil kesejahteraan melalui aplikasi SIKS-NG.(ft : Bedainnew)

SUMBAR

Kelurahan Tarok Dipo Bantu warga Perbaiki Data Desil

Kamis, 1 Okt 2026 - 14:25 WIB

Audiensi Pemkab Bangkep bersama Balai GTK Sulteng. (Pemkab Bangkep)

SULTENG

Sekda Bangkep Buka Audiensi Bersama Balai GTK Sulteng

Kamis, 1 Okt 2026 - 13:34 WIB