Opini – Sikap Partai Buruh Inggris terhadap Palestina tidak konsisten

- Redaksi

Kamis, 24 April 2025 - 04:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Faiza Shaheen

Keputusan pemerintah Israel untuk menolak memasuki dua anggota parlemen dari Partai Buruh Inggris, Yuan Yang dan Abtisam Mohamed, memicu kritik dari sejumlah politisi di Inggris. Namun, kritik yang muncul dianggap oleh beberapa lingkaran sebagai reaksi yang lebih dipicu oleh kepentingan pribadi partai daripada solidaritas dengan penderitaan rakyat Palestina.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua anggota parlemen berencana untuk melakukan kunjungan ke wilayah Tepi Barat, tetapi dideportasi oleh otoritas Israel dengan alasan bahwa mereka diduga menyebarkan “kebencian Israel” dan mendokumentasikan kegiatan pasukan keamanan Israel.

Langkah Israel ini dianggap sebagai bagian dari upaya untuk membatasi akses ke informasi yang berkaitan dengan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah pendudukan. Lembaga internasional seperti Amnesty International dan Human Rights Watch sebelumnya menyebut Israel sebagai negara apartheid untuk perlakuan mereka terhadap warga Palestina.

Kritik tanpa tindakan nyata

Menteri Luar Negeri Inggris dari Partai Buruh, David Lammy, membuat pernyataan yang kuat dengan menyebut tindakan Israel sebagai “tidak dapat diterima, kontra-produktif, dan sangat mengkhawatirkan”. Namun, sampai sekarang, belum ada kebijakan konkret yang diambil oleh Partai Buruh untuk menanggapi insiden tersebut.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di antara para aktivis dan pengamat politik mengenai tingkat komitmen Partai Buruh terhadap masalah Palestina. Beberapa partai menganggap bahwa Partai Buruh, di bawah kepemimpinan saat ini, cenderung menghindari kritik kuat terhadap Israel, bahkan ketika laporan tentang pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia terjadi di Gaza dan Tepi Barat.

Pengalaman pribadi memperkuat kritik

Seorang mantan calon anggota parlemen dari Partai Buruh yang gagal mencalonkan diri untuk pemilihan 2024 mengungkapkan pengalamannya bahwa dukungan untuk Palestina adalah alasan untuk mendeteksi namanya dari daftar kandidat. Dia menganggap bahwa banyak kader Partai Buruh saat ini memprioritaskan kepentingan politik internal dibandingkan dengan keadilan kemanusiaan.

Menurutnya, sikap selektif Partai Buruh dalam mengkritik tindakan Israel menunjukkan bahwa penderitaan rakyat Palestina belum menjadi prioritas dalam kebijakan luar negeri partai. Ini, katanya, diperkuat oleh pernyataan David Lammy pada akhir 2023 yang mengatakan bahwa pemilih Muslim kemungkinan akan “melupakan” posisi partai terkait dengan konflik Gaza menjelang pemilihan.

Kebutuhan akan gerakan politik alternatif

Kondisi ini menegaskan pentingnya membangun gerakan politik di luar struktur pemerintah yang ada. Boikot, demonstrasi, sampai tekanan melalui pemilihan lokal dan nasional dianggap sebagai langkah yang dapat digunakan untuk mengirim pesan yang kuat kepada para elit politik: dukungan untuk pelanggaran hak asasi manusia tidak akan dilupakan.

“Jika Anda mendukung genosida, kami tidak akan memilih. Kami tidak akan melupakan Anda yang paling mendasari,” kata sosok yang aktif dalam gerakan solidaritas untuk Palestina.

Faiza Shaheen adalah sesama kebijakan terkemuka di London School of Economics, dan penasihat untuk Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia Barat (UNESCWA). Dia adalah penulis berbagai publikasi yang membahas masalah sosial dan ekonomi, termasuk ketidaksetaraan, tabungan anggaran, imigrasi, dan mobilitas sosial. Dia memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam memeriksa tren dan dampak ketidaksetaraan, serta merancang kebijakan dan kampanye. Bukunya yang berjudul Know Your Place: Bagaimana Masyarakat Membuat Kami Kegagalan dan Apa yang Dapat Kami Lakukan Tentang Itu Dirilis Pada Juli 2023 oleh Simon & Schuster. Faiza juga telah mencalonkan dirinya sebagai kandidat dari Partai Buruh dan kemudian sebagai kandidat independen di daerah asalnya, Chingford & Woodford Green, pada 2019 dan 2024.

RakyatPos World

Klik Terkait

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo
Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM
Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una
Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut
Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD
Kasus Meningkat, Wako Pekanbaru  Minta Skrining HIV Diperkuat
Pemko Pekanbaru Usulkan 76 Sekolah Ikut Revitalisasi
Bupati Bangkep Audiensi Kemenko Pangan Bahas Penguatan Pertanian-Perikanan

Klik Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:13 WIB

Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:00 WIB

Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una

Senin, 8 Juni 2026 - 17:59 WIB

Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut

Senin, 8 Juni 2026 - 16:30 WIB

Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD

Klik Terbaru

KPK dalami uang di rumah Plt Gubernur Riau SF Hariyanto terkait dugaan pemerasan proyek PUPR PKPP., penyidik juga telusuri aliran dana. (Sumber Ft: Fb https://web.facebook.com/edi.gustien)

Nasional

KPK Dalami Uang di Rumah Plt Gubernur Riau

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:57 WIB

Kejaksaan Agung mengungkap empat alat bukti untuk menjerat mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025-2026. (CNN Indonesia)

Nasional

Kejagung Ungkap Empat Alat Bukti Menjerat Lodewyk Pusung

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:25 WIB

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB