Pemanfaatan Aplikasi Insist untuk Mendukung Penanganan dan Prevalensi Stunting di Kota Tangerang Selatan

- Redaksi

Jumat, 25 April 2025 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



Kegiatan Pelatihan Bersama Tim Alodokter dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, provinsi Banten.

TANGSEL-BANTEN [KLIKINDONESIA.CO] – Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Rekayasa Industri (FRI) Universitas Telkom, yang terdiri dari Dr. Tien Fabrianti Kusumasari, S.T., M.T., Elvira Lailatuth Thohiroh, S.Kom., M.Kom, dan Syfa Nur Lathifah, S.Kom., M.T., telah melaksanakan kegiatan pengabdian di Kota Tangerang Selatan. Program ini bertujuan mendukung penanganan dan penurunan prevalensi stunting melalui pemanfaatan teknologi, khususnya aplikasi INSIST (INtegrated SolutIon for STunting). Aplikasi ini dirancang untuk memantau kesehatan dan gizi anak, dengan harapan dapat mendukung program pemerintah dalam mengurangi angka stunting di Indonesia.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Stunting telah menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 30,8% menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, jauh di atas target nasional sebesar 19% pada tahun 2024. Di berbagai kota, termasuk Kota Tangerang Selatan, stunting memerlukan perhatian lebih, terutama terkait masalah gizi pada anak usia dini. Kekurangan gizi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) berisiko serius terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan dan kesejahteraan mereka.

Untuk mengatasi tantangan ini, aplikasi INSIST dikembangkan dan diperkenalkan dalam program pengabdian masyarakat yang dilakukan di lima kecamatan di Kota Tangerang Selatan. Aplikasi ini terintegrasi dengan perangkat keras untuk memantau tinggi badan, berat badan, dan BMI. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kesehatan anak secara lebih menyeluruh dan akurat. Dengan adanya aplikasi INSIST, masyarakat diharapkan lebih termotivasi untuk rutin memantau kesehatan anak-anak mereka dan mendapatkan informasi yang lebih spesifik mengenai kondisi gizi mereka.

Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini terdapat tiga tahapan utama yaitu koordinasi dengan mitra, sosialisasi dan pendampingan, lalu pengumpulan feedback dan evaluasi. Program ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti pihak mitra industri, pemerintah daerah, akademisi, serta masyarakat sasaran. Mitra industri yang terlibat adalah Alodokter dan Danone Indonesia yang memberikan masukan dan saran dalam pengembangan aplikasi secara terpadu. Dari pihak pemerintah daerah, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan serta perwakilan kecamatan terlibat dalam pengumpulan data dan uji coba pendampingan penggunaan aplikasi. Selain itu, program ini juga melibatkan masyarakat sekitar, termasuk kader posyandu, puskesmas setempat, serta masyarakat yang hadir dalam proses penimbangan balita sesuai kegiatan Posyandu di wilayah setempat.

Melalui kolaborasi dengan mitra industri, pemerintah daerah, akademi, dan masyarakat, program ini bertujuan mengimplementasikan solusi yang relevan dan efektif untuk menangani stunting. Dengan inovasi ini, diharapkan program pengabdian masyarakat ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam penanganan stunting di Kota Tangerang Selatan dan Indonesia secara umum. Pemantauan status gizi yang lebih akurat dan menyeluruh melalui aplikasi INSIST akan membantu masyarakat dan pemerintah mencapai target penurunan prevalensi stunting, sehingga mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) ke-3, yaitu memastikan kehidupan sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua orang di segala usia.*


– KlikIndonesia.co –

Klik Terkait

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo
Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM
Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una
Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut
Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD
Kasus Meningkat, Wako Pekanbaru  Minta Skrining HIV Diperkuat
Pemko Pekanbaru Usulkan 76 Sekolah Ikut Revitalisasi
Bupati Bangkep Audiensi Kemenko Pangan Bahas Penguatan Pertanian-Perikanan

Klik Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:13 WIB

Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:00 WIB

Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una

Senin, 8 Juni 2026 - 17:59 WIB

Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut

Senin, 8 Juni 2026 - 16:30 WIB

Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD

Klik Terbaru

KPK dalami uang di rumah Plt Gubernur Riau SF Hariyanto terkait dugaan pemerasan proyek PUPR PKPP., penyidik juga telusuri aliran dana. (Sumber Ft: Fb https://web.facebook.com/edi.gustien)

Nasional

KPK Dalami Uang di Rumah Plt Gubernur Riau

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:57 WIB

Kejaksaan Agung mengungkap empat alat bukti untuk menjerat mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025-2026. (CNN Indonesia)

Nasional

Kejagung Ungkap Empat Alat Bukti Menjerat Lodewyk Pusung

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:25 WIB

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB