Rusia menolak ekstradisi Bashar al-Assad ke Suriah

- Redaksi

Sabtu, 19 April 2025 - 04:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Pemerintah Rusia menolak permintaan wewenang baru Suriah untuk mengekstradit mantan presiden Bashar al-Assad, meskipun kedua negara tersebut mengeksplorasi normalisasi hubungan setelah perubahan kekuasaan di Damaskus.

Setelah jatuhnya rezim Assad pada 8 Desember, yang dipicu oleh pengambilalihan cepat oleh pasukan oposisi bersenjata, Bashar al-Assad dan keluarganya melarikan diri ke Rusia-kebenaran utama rezim selama 13 tahun konflik sipil-dan diberikan suaka politik oleh pemerintah Moskow.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak itu, pemerintah sementara Suriah di bawah Presiden Ahmed Al-Sharaa secara resmi meminta Rusia untuk menyerahkan Assad sehingga dapat diadili atas dugaan kejahatan terhadap rakyat Suriah selama masa pemerintahannya. Permintaan ini merupakan bagian dari diskusi yang lebih luas antara Damaskus dan Moskow yang bertujuan untuk merumuskan kembali hubungan bilateral, termasuk mengenai keberadaan peralatan militer Rusia dan kontrak pertahanan di Suriah.

Namun, setelah berbulan-bulan negosiasi, termasuk permintaan resmi dari Presiden Al-Sharaa bulan lalu, Rusia dilaporkan mengkonfirmasi penolakannya untuk mengekstradit mantan pemimpin Suriah.

Mengutip laporan tentang Republik Islam Iran dari Kantor Berita Islam (IRNA), Duta Besar Rusia untuk Irak, Alperus Kotrashev, menyatakan bahwa salah satu persyaratan untuk memberikan suaka kepada Bashar al-Assad adalah komitmen penuh untuk tidak melakukan kegiatan politik atau tampil di media. “Sampai sekarang, tidak ada pelanggaran ketentuan ini,” katanya.

Kotrashev menekankan bahwa pemberian suaka kepada Assad dan keluarganya adalah keputusan langsung dari presiden Rusia Vladimir Putin, dan keputusan itu, katanya, “tidak akan berubah.”

Penolakan ini menambah kompleksitas hubungan antara pemerintah Suriah yang baru dan Rusia, di tengah -tengah upaya transisi damai dan pembangunan kembali negara -negara yang dihancurkan oleh konflik yang berkepanjangan.

RakyatPos World

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Gubernur Anwar Hafid Minta Evaluasi Asta Cita Fokus Solusi
Bupati Ilham Lawidu Sambut Rakor Asta Cita di Touna
MIN 4 Banggai Gelar Upacara Pembukaan Perkemahan Persari dan Perjusa
Mediasi Mendagri Akhiri Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu
Gubernur Anwar Hafid Dijadwalkan Buka Festival Budaya Bakulupi 2026 Touna
RSUD Luwuk Gelar Audit Klinis TB Resisten Obat Perkuat Mutu Layanan
Pemkab Bangkep Tekan MoU dengan Kejari Balut Atasi Persoalan Hukum
Mendagri Utus Tim Mediasi Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu Tapteng

Klik Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 16:13 WIB

Gubernur Anwar Hafid Minta Evaluasi Asta Cita Fokus Solusi

Sabtu, 12 September 2026 - 16:06 WIB

Bupati Ilham Lawidu Sambut Rakor Asta Cita di Touna

Sabtu, 12 September 2026 - 05:53 WIB

MIN 4 Banggai Gelar Upacara Pembukaan Perkemahan Persari dan Perjusa

Jumat, 11 September 2026 - 19:09 WIB

Mediasi Mendagri Akhiri Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu

Kamis, 10 September 2026 - 15:32 WIB

RSUD Luwuk Gelar Audit Klinis TB Resisten Obat Perkuat Mutu Layanan

Klik Terbaru

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meminta evaluasi pelaksanaan Asta Cita di daerah fokus pada pemecahan masalah lapangan.(ist)

SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Minta Evaluasi Asta Cita Fokus Solusi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:13 WIB

Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Program Asta Cita di Reconnect Buka Buka Island, Kecamatan Ampana Tete, Jumat (11/9/2026).

SULTENG

Bupati Ilham Lawidu Sambut Rakor Asta Cita di Touna

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:06 WIB