Sekjen DPN MPI, Tayeb De Mara dan Kisruh LPG 3 Kg

- Redaksi

Kamis, 24 April 2025 - 18:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif



Sekjen DPN MPI, M. Tayeb De Mara

JAKARTA [KLIK INDONESIA] – Aroma gas melon menyengat hidung, bukan aroma segar pagi hari, melainkan bau polemik yang membumbung tinggi. Antrean panjang di depan pangkalan LPG 3 Kg menjadi pemandangan sehari-hari, sebuah gambaran nyata dari kebijakan baru yang melarang penjualan gas melon oleh pengecer.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga melambung, kesabaran menipis, dan keresahan menyelimuti masyarakat. Di tengah hiruk pikuk ini, sebuah suara lantang terdengar, bukan dari pejabat tinggi pemerintahan, melainkan dari seorang pengamat pertambangan dan energi: Tayeb De Mara, Sekretaris Jenderal DPN Masyarakat Pertambangan Indonesia (MPI).

Tayeb, dengan pengalamannya yang mumpuni di dunia pertambangan, melihat lebih jauh dari sekadar antrean panjang dan keluhan harga. Ia melihat sebuah kejanggalan, sebuah ketidaktepatan yang mengusik nuraninya.

“Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, untuk mengaktifkan kembali pengecer,” ujarnya, suaranya bergetar dengan nada yang tak hanya berisi kritik, tetapi juga keprihatinan.

“Tapi, ada yang lebih mengganjal dari itu semua,” ungkap Tayeb, Selasa (04/02/2024) yang membuat wartawan makin penasaran.  

Pandangan Tayeb tertuju pada peran DPR RI, khususnya unsur Wakil Pimpinan, yang menurutnya terlalu jauh ikut campur dalam urusan yang bukan ranahnya.

“Ada urusan apa unsur Wakil Pimpinan DPR mengurus ketahanan energi? Ini urusan Kementerian ESDM, mestinya Komisi XII yang angkat suara dan mengapresiasi hiruk pikuk ini,” tegas Tayeb, suaranya bergema, mengungkapkan kekecewaannya. Ia seolah membayangkan betapa lebih efektifnya jika Komisi XII, yang memang membidangi energi, yang mengambil peran utama dalam menyelesaikan masalah ini.

“Serahkan ke Komisi XII, ada Ketua Komisi XII Pak Bambang Pati Jaya, Pak Alfons dan anggota DPR lainnya,” tambahnya, menunjuk secara spesifik pada pihak yang menurutnya lebih kompeten.

“Jangan terkesan ada energi lain yang sedang dieksplorasi karena untuk kepentingan partai politik, hal ini tidak boleh dibiarkan mengeksploitasi tata kelola pelayanan publik khususnya di Kementerian ESDM yang sarat dengan pemenuhan pelayanan kebutuhan masyarakat kecil,” ungkap Tayeb.

Bagi Tayeb, langkah Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, untuk mengaktifkan kembali pengecer dengan syarat menjadi sub-pangkalan, adalah sebuah langkah yang tepat arah, meski belum tentu cukup.

“Kebijakan ini diharapkan dapat memperbaiki tata kelola distribusi LPG 3 Kg secara efektif, efisien, dan tepat sasaran,” ia mengutip pernyataan Bahlil, namun menambahkan, bahwa efektivitas kebijakan ini sangat bergantung pada pengawasan dan koordinasi yang tepat, dan di sinilah peran Komisi XII sangat krusial.

Komitmen MPI untuk mengawal kebijakan ini pun ditegaskannya.

“DPN MPI akan selalu bersama, mengawal kebijakan Kementerian ESDM yang hari ini di bawah kendali Bapak Bahlil Lahadalia,” ungkap Tayeb De Mara.

Tayeb melihat lebih jauh dari sekadar distribusi gas. Ia melihat masalah ini sebagai cerminan dari tata kelola pemerintahan yang perlu diperbaiki. Kritiknya bukan sekadar kritik kosong, melainkan sebuah panggilan untuk perbaikan, sebuah harapan agar kebijakan publik dijalankan dengan tepat, efisien, dan akuntabel.

Di tengah aroma gas melon yang menyengat, suara Tayeb De Mara menjadi pengingat akan pentingnya peran pengawasan dan keahlian dalam menyelesaikan masalah publik, sebuah suara yang patut didengar dan dipertimbangkan. Ia berharap, di balik antrean panjang dan keluhan masyarakat, terdapat solusi yang terlahir dari kolaborasi yang tepat dan efektif, bukan dari campur tangan yang tidak pada tempatnya.##


– KlikIndonesia.co –

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Kelurahan Tarok Dipo Bantu warga Perbaiki Data Desil
Sekda Bangkep Buka Audiensi Bersama Balai GTK Sulteng
PDAM Luwuk Utara Sponsori Warga dan Santri DDI Sholat Istisqa
Wakil Bupati Bangkep Hadiri Peringatan Harhubnas Di Luwuk
Pemkab Touna Dan BPJS Perluas Jaminan Sosial Pengabdi Desa
Proyek Bozem Tanjungsari Pemicu Kemacetan Parah Di Surabaya Barat
Cagar Biosfer Togean Mendunia Kelestarian Bahari Wajib Dijaga
Sekda Bangkep Buka Lokakarya Pembahasan Pengakuan dan Perlindungan Hukum Adat

Klik Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Kelurahan Tarok Dipo Bantu warga Perbaiki Data Desil

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Sekda Bangkep Buka Audiensi Bersama Balai GTK Sulteng

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:50 WIB

PDAM Luwuk Utara Sponsori Warga dan Santri DDI Sholat Istisqa

Rabu, 30 September 2026 - 15:11 WIB

Pemkab Touna Dan BPJS Perluas Jaminan Sosial Pengabdi Desa

Rabu, 30 September 2026 - 14:51 WIB

Proyek Bozem Tanjungsari Pemicu Kemacetan Parah Di Surabaya Barat

Klik Terbaru

Petugas Kelurahan Tarok Dipo, Bukittinggi, melakukan perbaikan data akibat lonjakan desil kesejahteraan melalui aplikasi SIKS-NG.(ft : Bedainnew)

SUMBAR

Kelurahan Tarok Dipo Bantu warga Perbaiki Data Desil

Kamis, 1 Okt 2026 - 14:25 WIB

Audiensi Pemkab Bangkep bersama Balai GTK Sulteng. (Pemkab Bangkep)

SULTENG

Sekda Bangkep Buka Audiensi Bersama Balai GTK Sulteng

Kamis, 1 Okt 2026 - 13:34 WIB