Pasukan Paskibra, yang selama berminggu-minggu digembleng dengan latihan keras, melakukan selebrasi kecil. Mereka berpelukan, mengangkat tangan ke langit, meneriakkan yel-yel kebanggaan. Sebagian bahkan meneteskan air mata
LAEYA, SULTRA – Hujan yang turun sejak pagi tidak menyurutkan semangat masyarakat Kecamatan Laeya untuk menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Laeya, Minggu (17/8/2025), ratusan peserta dari berbagai kalangan larut dalam suasana khidmat. Mereka berdiri tegak, sebagian dengan baju basah kuyup, namun mata tetap tertuju pada Sang Merah Putih yang perlahan naik ke udara.
Upacara dimulai tepat pukul 10.00 WITA. Camat Laeya, Ansar, SP., M.PWK., tampil tegas sebagai Inspektur Upacara. Di sampingnya berdiri jajaran Forkopimcam—Kapolsek Lainea, Danramil 1417-04 Lainea—bersama tokoh-tokoh masyarakat, purnawirawan TNI/Polri, serta perwakilan berbagai instansi. Semua hadir untuk satu tujuan: merayakan kemerdekaan dalam semangat kebersamaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski kondisi lapangan becek, barisan peserta tetap rapi. Dari aparat keamanan, ASN, pelajar, hingga mahasiswa KKN Universitas Halu Oleo, semua menunjukkan wajah penuh antusias. Deretan siswa SMA Negeri 3 Konawe Selatan yang terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tampil menjadi sorotan utama. Dengan langkah seragam dan gerakan penuh disiplin, mereka berhasil melaksanakan tugas mulia: mengibarkan Sang Merah Putih hingga berkibar gagah di langit mendung Laeya.
Tidak hanya itu, lantunan Indonesia Raya yang diiringi Marching Band SMA Negeri 3 Konawe Selatan, Gita Nuasa Laiwoi, menambah nuansa heroik. Sebanyak 25 personel band tampil memukau, disusul dengan penampilan aubade siswa-siswi yang menyanyikan lagu perjuangan, membuat suasana semakin hidup.
Momen sakral semakin terasa ketika Drs. Mukhtar Tahir, M.Pd. membacakan teks Proklamasi dengan suara lantang. Diikuti pembacaan UUD 1945 oleh Subuh, S.Pd., M.Pd., serta doa penutup oleh Romiyawan, S.Sos., suasana berubah menjadi hening penuh refleksi. Seakan waktu berhenti sejenak, membawa hadirin kembali pada semangat para pendiri bangsa.

Namun yang paling menyentuh terjadi setelah upacara usai. Pasukan Paskibra, yang selama berminggu-minggu digembleng dengan latihan keras, melakukan selebrasi kecil. Mereka berpelukan, mengangkat tangan ke langit, meneriakkan yel-yel kebanggaan. Sebagian bahkan meneteskan air mata. Bukan karena lelah, melainkan rasa haru dan bangga telah menjalankan amanah negara dengan sempurna. Para pelatih—Aipda Muh. Golkar Jaya K., Bripka Aydul Akbar, Serka Ali Sigiharto, dan Koptu Eliastan—turut larut dalam kebahagiaan, memberikan pelukan hangat pada anak-anak binaan mereka.
Camat Laeya dalam sambutannya menegaskan, kemerdekaan tidak berhenti pada upacara atau seremoni semata.
“Kemerdekaan adalah tentang melanjutkan perjuangan melalui pembangunan, pendidikan, dan pelayanan publik yang adil serta berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kecamatan Laeya terus berkomitmen menuju Konawe Selatan yang Setara: Sehat, Cerdas, dan Sejahtera.
Tema nasional tahun ini, “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, benar-benar hidup dalam pelaksanaan upacara di Laeya. Hujan yang sempat mengguyur tak mampu memadamkan semangat warga. Justru, di balik butiran air yang membasahi tanah lapangan, lahir rasa kebersamaan dan kebanggaan kolektif: bahwa kemerdekaan adalah warisan yang harus terus dijaga, disyukuri, dan diwariskan.##
Penulis : Redaksi
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia









