Semangat 80 Tahun Kemerdekaan: Hujan Tak Hentikan Khidmat Upacara di Laeya

- Redaksi

Selasa, 19 Agustus 2025 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Laeya, Ansar, SP., M.PWK., tampil sebagai Inspektur Upacara, Minggu (17/08/2025)

Camat Laeya, Ansar, SP., M.PWK., tampil sebagai Inspektur Upacara, Minggu (17/08/2025)

Pasukan Paskibra, yang selama berminggu-minggu digembleng dengan latihan keras, melakukan selebrasi kecil. Mereka berpelukan, mengangkat tangan ke langit, meneriakkan yel-yel kebanggaan. Sebagian bahkan meneteskan air mata

 

LAEYA, SULTRA – Hujan yang turun sejak pagi tidak menyurutkan semangat masyarakat Kecamatan Laeya untuk menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Laeya, Minggu (17/8/2025), ratusan peserta dari berbagai kalangan larut dalam suasana khidmat. Mereka berdiri tegak, sebagian dengan baju basah kuyup, namun mata tetap tertuju pada Sang Merah Putih yang perlahan naik ke udara.

Upacara dimulai tepat pukul 10.00 WITA. Camat Laeya, Ansar, SP., M.PWK., tampil tegas sebagai Inspektur Upacara. Di sampingnya berdiri jajaran Forkopimcam—Kapolsek Lainea, Danramil 1417-04 Lainea—bersama tokoh-tokoh masyarakat, purnawirawan TNI/Polri, serta perwakilan berbagai instansi. Semua hadir untuk satu tujuan: merayakan kemerdekaan dalam semangat kebersamaan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski suasana hujan dan lapangan becek, namun pelaksaan pengerek bendera tetap hikmah.

Meski kondisi lapangan becek, barisan peserta tetap rapi. Dari aparat keamanan, ASN, pelajar, hingga mahasiswa KKN Universitas Halu Oleo, semua menunjukkan wajah penuh antusias. Deretan siswa SMA Negeri 3 Konawe Selatan yang terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tampil menjadi sorotan utama. Dengan langkah seragam dan gerakan penuh disiplin, mereka berhasil melaksanakan tugas mulia: mengibarkan Sang Merah Putih hingga berkibar gagah di langit mendung Laeya.

Tidak hanya itu, lantunan Indonesia Raya yang diiringi Marching Band SMA Negeri 3 Konawe Selatan, Gita Nuasa Laiwoi, menambah nuansa heroik. Sebanyak 25 personel band tampil memukau, disusul dengan penampilan aubade siswa-siswi yang menyanyikan lagu perjuangan, membuat suasana semakin hidup.

Momen sakral semakin terasa ketika Drs. Mukhtar Tahir, M.Pd. membacakan teks Proklamasi dengan suara lantang. Diikuti pembacaan UUD 1945 oleh Subuh, S.Pd., M.Pd., serta doa penutup oleh Romiyawan, S.Sos., suasana berubah menjadi hening penuh refleksi. Seakan waktu berhenti sejenak, membawa hadirin kembali pada semangat para pendiri bangsa.

Pasukan Paskibrakan bersorak ria usai melaksanakan tugas pengerek bendera di HUT RI ke-80

Namun yang paling menyentuh terjadi setelah upacara usai. Pasukan Paskibra, yang selama berminggu-minggu digembleng dengan latihan keras, melakukan selebrasi kecil. Mereka berpelukan, mengangkat tangan ke langit, meneriakkan yel-yel kebanggaan. Sebagian bahkan meneteskan air mata. Bukan karena lelah, melainkan rasa haru dan bangga telah menjalankan amanah negara dengan sempurna. Para pelatih—Aipda Muh. Golkar Jaya K., Bripka Aydul Akbar, Serka Ali Sigiharto, dan Koptu Eliastan—turut larut dalam kebahagiaan, memberikan pelukan hangat pada anak-anak binaan mereka.

Camat Laeya dalam sambutannya menegaskan, kemerdekaan tidak berhenti pada upacara atau seremoni semata.

“Kemerdekaan adalah tentang melanjutkan perjuangan melalui pembangunan, pendidikan, dan pelayanan publik yang adil serta berkelanjutan,” ujarnya.

Komandan upacara saat melaporkan ke inspektur upcara

Ia juga menegaskan bahwa Kecamatan Laeya terus berkomitmen menuju Konawe Selatan yang Setara: Sehat, Cerdas, dan Sejahtera.

Tema nasional tahun ini, “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, benar-benar hidup dalam pelaksanaan upacara di Laeya. Hujan yang sempat mengguyur tak mampu memadamkan semangat warga. Justru, di balik butiran air yang membasahi tanah lapangan, lahir rasa kebersamaan dan kebanggaan kolektif: bahwa kemerdekaan adalah warisan yang harus terus dijaga, disyukuri, dan diwariskan.##

Penulis : Redaksi

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: Klik Indonesia

Klik Terkait

DPR Desak Operator Segera Jalankan Putusan MK soal Kuota Hangus
Melangkah Menuju Konstituen, PJS Resmi Serahkan Dokumen Verifikasi ke Dewan Pers 
Dewan Pers Ingatkan Wartawan Patuhi Etika di Tengah Disrupsi Digital
PJS Beri Award Mitra Pers dan Kukuhkan Pengurus Daerah di Malam Anugerah Munas III
Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Pelaku Siswa Terinspirasi Kasus Jakarta
LPSK Tolak Permohonan Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN
Wamendikdasmen Tinjau Revitalisasi SLB dan Digitalisasi Pendidikan Inklusif di Jateng
Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo

Klik Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:39 WIB

DPR Desak Operator Segera Jalankan Putusan MK soal Kuota Hangus

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:37 WIB

Melangkah Menuju Konstituen, PJS Resmi Serahkan Dokumen Verifikasi ke Dewan Pers 

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:20 WIB

Dewan Pers Ingatkan Wartawan Patuhi Etika di Tengah Disrupsi Digital

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:34 WIB

PJS Beri Award Mitra Pers dan Kukuhkan Pengurus Daerah di Malam Anugerah Munas III

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:16 WIB

Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Pelaku Siswa Terinspirasi Kasus Jakarta

Klik Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB