KLIK INDONESIA. LUWUK — Musibah pelayaran kembali terjadi di perairan Sulawesi Tengah. Kapal Motor (KM) Balama GT 27 mengalami kerusakan mesin saat berlayar menuju Jorjoga, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Insiden ini menyebabkan kapal hilang kontak. Hingga kini, Tim Search and Rescue (SAR) masih berupaya mencari tiga orang yang berada di atas kapal.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Luwuk, Hasfar, mengonfirmasi kabar tersebut pada Senin (14/9/2026). Pihaknya menerima laporan resmi terkait kecelakaan laut dari perwakilan pemilik kapal.
“Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menerima laporan awal dari pemilik kapal bernama Rida pada Sabtu lalu,” kata Kepala UPP Kelas II Luwuk, Hasfar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pelayarannya, KM Balama GT 27 dilaporkan mengalami pecah pada bagian plendes as mesin. Kerusakan fatal ini terjadi di tengah laut sekitar pukul 12.14 WITA. Sesaat setelah kerusakan jaringan komunikasi kapal langsung terputus total.
Dugaan Pelayaran Tanpa Dokumen Resmi
Hasfar mengungkapkan fakta penting mengenai aktivitas kapal tersebut. KM Balama GT 27 diduga melakukan pelayaran tanpa mengantongi dokumen resmi kepelabuhanan. Kapal ini tidak tercatat masuk maupun sandar di Pelabuhan Lalong ataupun Pelabuhan Tilong Luwuk.
“Kami tidak mengetahui pasti lokasi awal keberangkatan kapal. Pergerakan mereka tidak tercatat dalam pelayanan kepelabuhanan,” tegas Hasfar.
Akibat tidak mengikuti prosedur pelayanan administrasi, kapal kayu tersebut bertolak tanpa memiliki Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Kondisi ini menyulitkan petugas untuk memantau manifest resmi penumpang sejak awal pelayaran.
Meski demikian, informasi awal mencatat tiga orang berada di atas kapal. Mereka adalah Ismail selaku nakhoda, Hasan Usman sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM), serta seorang penumpang bernama La Alami.
Tim SAR Gabungan Sisir Perairan
Titik koordinat kejadian diperkirakan berada di perairan antara Luwuk dan Taliabu. Lokasi persisnya terletak pada koordinat 1°13’21.90″S – 123°43’43.67″E. Posisi ini berjarak 58 mil laut ke arah tenggara dari Dermaga KN SAR Bhisma.
Menanggapi laporan darurat tersebut, Tim Rescue Pos SAR Luwuk bersama ABK KN SAR Bhisma segera bergerak. Petugas mengerahkan kapal penyelamat KN SAR Bhisma 239 menuju lokasi kejadian. Tim rescue membawa serta peralatan water rescue, alat navigasi, perangkat komunikasi, hingga perlengkapan medis evakuasi.
“Tim gabungan langsung meluncur ke titik koordinat untuk menyisir lokasi,” ujar Hasfar menambahkan.
Keterangan senada disampaikan Kasubsektor KPPP Kawasan Pelabuhan Luwuk, Iptu James N. Runtu. Kepolisian membenarkan belum menerima laporan resmi mengenai aktivitas pelayaran kapal tersebut sebelum bertolak.
Operasi pencarian di laut lepas hingga saat ini masih terus berjalan. Tim SAR gabungan berkejaran dengan waktu serta cuaca perairan demi menemukan keberadaan ketiga korban.*[]
Penulis : Muh Rival Luaumarang
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia.co















