Pembukaan Lahan di Kebun Teh Parongpong untuk Wisata Disorot, Gubernur Jabar Akan Bentuk Tim Pakar

- Redaksi

Selasa, 22 April 2025 - 17:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif



Pembukaan lahan di Kebun Teh Parongpong Bandung Barat (dok Deni Sugandi)

KLIKINDONESIA, BANDUNG BARAT – Pembukaan lahan di area perkebunan teh milik PTPN VIII di Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, menuai sorotan di media sosial. Lahan tersebut diketahui dibuka untuk pembangunan area camping ground oleh salah satu merek perlengkapan outdoor lokal.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, proyek ini telah disegel oleh Satpol PP Jawa Barat karena lokasinya berada dekat kawasan Gunung Tangkuban Parahu. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pun menanggapi serius persoalan ini, mengingat potensi kerusakan lingkungan yang bisa berujung pada bencana alam.

“Secara normatif, saya lihat proyek itu punya izin. Tapi, walau ada atau tidak ada izin, kita tetap harus melihat dampaknya ke depan,” ujar Dedi di Gedung Pakuan, Minggu (30/3/2025) malam.

Ia menegaskan bahwa saat bencana terjadi, tak ada bedanya apakah proyek tersebut berizin atau tidak. Menurutnya, izin bukan jaminan bebas dari risiko bencana.

Sebagai langkah lanjut, Dedi berencana membentuk tim pakar untuk mengkaji seluruh kegiatan pembangunan di kawasan perbukitan, termasuk pertambangan ilegal dan pengembangan wisata. Hasil kajian ini akan bersifat ilmiah dan menjadi acuan bagi dinas teknis terkait.

“Kalau dari hasil kajian para ahli terbukti berpotensi menimbulkan masalah lingkungan—seperti banjir, kenaikan suhu, atau longsor—maka keputusan selanjutnya akan berdasarkan rekomendasi mereka,” jelasnya.

Berdasarkan pantauannya di lokasi, proyek tersebut sudah dibeton dan berada di wilayah ketinggian yang rawan bencana. Meski demikian, Dedi menegaskan tidak ingin menciptakan ketidakpastian bagi dunia usaha, tapi ia juga ingin ada kepastian bahwa kegiatan semacam ini tidak menimbulkan risiko lingkungan.

“Tim pakar harus bekerja secara objektif. Bukan saya atau dinas yang menentukan, karena bisa bias kepentingan. Ahli yang harus menetapkan apakah lokasi itu rawan bencana atau tidak,” tegasnya.

Ia berharap kajian ini bisa selesai secepatnya demi kepastian bagi investor dan rasa aman bagi masyarakat. (AmH)


– KlikIndonesia.co –

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Kelurahan Tarok Dipo Bantu warga Perbaiki Data Desil
Sekda Bangkep Buka Audiensi Bersama Balai GTK Sulteng
PDAM Luwuk Utara Sponsori Warga dan Santri DDI Sholat Istisqa
Wakil Bupati Bangkep Hadiri Peringatan Harhubnas Di Luwuk
Pemkab Touna Dan BPJS Perluas Jaminan Sosial Pengabdi Desa
Proyek Bozem Tanjungsari Pemicu Kemacetan Parah Di Surabaya Barat
Cagar Biosfer Togean Mendunia Kelestarian Bahari Wajib Dijaga
Sekda Bangkep Buka Lokakarya Pembahasan Pengakuan dan Perlindungan Hukum Adat

Klik Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Kelurahan Tarok Dipo Bantu warga Perbaiki Data Desil

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Sekda Bangkep Buka Audiensi Bersama Balai GTK Sulteng

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:50 WIB

PDAM Luwuk Utara Sponsori Warga dan Santri DDI Sholat Istisqa

Rabu, 30 September 2026 - 15:11 WIB

Pemkab Touna Dan BPJS Perluas Jaminan Sosial Pengabdi Desa

Rabu, 30 September 2026 - 14:51 WIB

Proyek Bozem Tanjungsari Pemicu Kemacetan Parah Di Surabaya Barat

Klik Terbaru

Petugas Kelurahan Tarok Dipo, Bukittinggi, melakukan perbaikan data akibat lonjakan desil kesejahteraan melalui aplikasi SIKS-NG.(ft : Bedainnew)

SUMBAR

Kelurahan Tarok Dipo Bantu warga Perbaiki Data Desil

Kamis, 1 Okt 2026 - 14:25 WIB

Audiensi Pemkab Bangkep bersama Balai GTK Sulteng. (Pemkab Bangkep)

SULTENG

Sekda Bangkep Buka Audiensi Bersama Balai GTK Sulteng

Kamis, 1 Okt 2026 - 13:34 WIB