Petani plasma di Kubu Raya rugi Rp. 99 Milyar

- Redaksi

Kamis, 24 April 2025 - 04:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif



Foto: Petani Plasma Desa Sungai Durian, Kubu Raya, Kalimantan Barat melakukan aksi

Kubu Raya, Kalimantan Barat [KLIK INDONSIA] – Ratusan Petani Plasma Sungai Bulan, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, melakukan aksi pemortalan atau penutupan jalan bagi kendaraan roda empat ke atas milik PT Rajawali Jaya Perkasa (RJP) pada Jumat (28/2/2025).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi ini di lakukan sebagai bentuk protes terhadap perusahaan yang dianggap telah melakukan penipuan dan merugikan masyarakat terkait pengelolaan lahan plasma.

Menurut perwakilan warga yang tergabung dalam Koperasi Bulan Mandiri Sejahtera, Ahmad Zaenuri, perusahaan tersebut tidak menunaikan kewajibannya dalam membayar Selisih Hasil Usaha (SHU) selama 10 tahun terakhir.

Selain itu, sekitar 1.500 hektare lahan milik 900 warga yang di janjikan sebagai lahan plasma disebut tak pernah memberikan hasil kepada pemiliknya. Kerugian Petani Plasma tersebut  mencapai Rp99 miliar.

Sebelumnya, ada pertemuan mediasi yang di lakukan di Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kubu Raya, Koperasi Bulan Mandiri Sejahtera menyampaikan enam tuntutan kepada PT RJP.

Salah satu poin utama yang di suarakan adalah penolakan terhadap hutang sebesar Rp99,1 miliar yang di bebankan secara sepihak oleh perusahaan kepada koperasi dan petani plasma.

“Kami tidak menerima dan tidak bersedia di bebani hutang sejumlah Rp99.146.343.883 per Desember 2024,” tegas Wakil Ketua Koperasi Bulan Mandiri Sejahtera, Ahmad Zaenuri, dalam orasinya.

Selain itu, koperasi juga menuntut pertanggungjawaban PT RJP atas pengelolaan kebun yang di nilai tidak sesuai standar operasional perkebunan, sehingga menyebabkan kerugian bagi petani plasma.

Tuntutan lain yang di ajukan petani adalah pembayaran SHU. Para petani juga meminta agar perjanjian kerja sama terbaru (MoU) dengan perusahaan di batalkan karena di nilai tidak sesuai dengan kesepakatan awal saat sosialisasi dengan pemilik lahan.

“Kami hanya ingin hak kami di kembalikan. kami akan terus melakukan aksi ini hingga ada kejelasan,” tambah Zaenuri.

Kepala Desa Sungai Bulan, Haryono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya memediasi konflik ini selama bertahun-tahun, namun tidak pernah menemukan titik terang.

“Sudah puluhan kali mediasi di lakukan, tetapi tidak ada hasilnya. Warga sudah menunggu selama 10 tahun lebih, namun hak mereka tidak di berikan. Maka wajar jika mereka akhirnya melakukan aksi seperti ini,” ujarnya.

Haryono juga menegaskan bahwa sekitar 90% lahan yang di serahkan warga kepada PT RJP merupakan lahan bersertifikat hak milik (SHM). Namun, hingga kini pemilik lahan belum menerima hasil dari kerja sama tersebut.

“Ada sekitar 200 hektare lahan transmigrasi yang di garap tanpa sepengetahuan pemiliknya. Ini jelas merugikan masyarakat,” tambahnya.

Pihak PT.RJP sudah di konfirmasi oleh para media yang ke kantornya namun pihak RJP melalui Ginting enggan di wawancarai. “kalau mau wawancara kami mohon maaf, kami kena kode etik pak,” Ungkap Ginting.

 


– KlikIndonesia.co –

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Kelurahan Tarok Dipo Bantu warga Perbaiki Data Desil
Sekda Bangkep Buka Audiensi Bersama Balai GTK Sulteng
PDAM Luwuk Utara Sponsori Warga dan Santri DDI Sholat Istisqa
Wakil Bupati Bangkep Hadiri Peringatan Harhubnas Di Luwuk
Pemkab Touna Dan BPJS Perluas Jaminan Sosial Pengabdi Desa
Proyek Bozem Tanjungsari Pemicu Kemacetan Parah Di Surabaya Barat
Cagar Biosfer Togean Mendunia Kelestarian Bahari Wajib Dijaga
Sekda Bangkep Buka Lokakarya Pembahasan Pengakuan dan Perlindungan Hukum Adat

Klik Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Kelurahan Tarok Dipo Bantu warga Perbaiki Data Desil

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Sekda Bangkep Buka Audiensi Bersama Balai GTK Sulteng

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:50 WIB

PDAM Luwuk Utara Sponsori Warga dan Santri DDI Sholat Istisqa

Rabu, 30 September 2026 - 15:11 WIB

Pemkab Touna Dan BPJS Perluas Jaminan Sosial Pengabdi Desa

Rabu, 30 September 2026 - 14:51 WIB

Proyek Bozem Tanjungsari Pemicu Kemacetan Parah Di Surabaya Barat

Klik Terbaru

Petugas Kelurahan Tarok Dipo, Bukittinggi, melakukan perbaikan data akibat lonjakan desil kesejahteraan melalui aplikasi SIKS-NG.(ft : Bedainnew)

SUMBAR

Kelurahan Tarok Dipo Bantu warga Perbaiki Data Desil

Kamis, 1 Okt 2026 - 14:25 WIB

Audiensi Pemkab Bangkep bersama Balai GTK Sulteng. (Pemkab Bangkep)

SULTENG

Sekda Bangkep Buka Audiensi Bersama Balai GTK Sulteng

Kamis, 1 Okt 2026 - 13:34 WIB