Mulai 2027, Uni Eropa Wajibkan Baterai Smartphone Bisa Dilepas Pasang

- Redaksi

Kamis, 23 April 2026 - 18:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ilustrasi : Uni Eropa akan mewajibkan baterai lepas pasang pada perangkat elektronik mulai 2027. Aturan ini mendukung kemudahan perbaikan dan mengurangi limbah elektronik.(ist)

Ilustrasi : Uni Eropa akan mewajibkan baterai lepas pasang pada perangkat elektronik mulai 2027. Aturan ini mendukung kemudahan perbaikan dan mengurangi limbah elektronik.(ist)

KLIKINDONESIA.CO – Uni Eropa resmi mengeluarkan kebijakan baru yang akan mengubah desain ponsel di masa depan. Mulai tahun 2027, seluruh produsen elektronik, termasuk smartphone, wajib merancang perangkat dengan baterai yang bisa dilepas pasang oleh konsumen.

Regulasi ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Right to Repair yang ditetapkan pada 2023. Tujuannya jelas: mengatasi degradasi baterai dan menekan limbah elektronik secara global.

Meskipun aturan ini hanya berlaku di wilayah Uni Eropa, mekanisme produksi massal diprediksi akan memaksa produsen menyesuaikan desain perangkat untuk pasar global, termasuk Indonesia.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan Kembali ke Desain Jadul

Aturan ini tidak berarti ponsel akan kembali ke desain lawas yang mudah dibuka casing-nya tanpa alat. Regulasi tersebut secara spesifik mewajibkan baterai dapat diganti oleh konsumen tanpa memerlukan alat khusus.

Jika membutuhkan alat pembongkar, produsen wajib menyertakannya secara gratis dalam paket pembelian. Artinya, produsen mungkin tetap menggunakan sekrup atau pengait, namun pengguna bisa membukanya sendiri dengan alat yang disediakan.

Aturan ini tidak hanya menyasar ponsel dan tablet. Kacamata pintar hingga konsol game seperti Nintendo Switch 2 kabarnya juga akan menyesuaikan desain agar baterainya mudah diganti.

Pengecualian bagi Apple

Terdapat celah bagi produsen untuk tidak mengikuti aturan ini. Perangkat yang baterainya mampu mempertahankan kapasitas 80 persen setelah menempuh 1.000 siklus pengisian daya bisa mendapat pengecualian.

Apple berpotensi masuk dalam kategori ini. Jajaran iPhone 15 yang diluncurkan sejak 2023 diklaim telah memenuhi standar ketahanan baterai tersebut. Namun, Apple tetap menghadapi tekanan regulasi mengenai efisiensi perbaikan perangkat.

Sambutan Positif Konsumen

Aturan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Pengguna di forum Reddit, misalnya, menilai langkah ini sangat ramah konsumen. Mengingat, baterai sering kali menjadi komponen pertama yang mengalami kerusakan atau penurunan performa pada ponsel.

Peraturan ini dijadwalkan berlaku efektif pada Februari 2027. Ponsel keluaran terbaru seperti Samsung Galaxy S27 diprediksi menjadi salah satu perangkat awal yang harus mematuhi aturan ini di pasar Eropa. *[]

Penulis : Redaksi

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: CNN Indonesia.com

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

7 Kebiasaan Sederhana yang Membuat Hubungan Pasangan Awet Selamanya
40 Pekerjaan yang Berpotensi Tergantikan AI, Simak Daftarnya
Benarkah Ikan Asin Memicu Kolesterol Tinggi? Ini Faktanya
Kecerdasan Buatan dalam Dunia Jurnalistik: Ancaman atau Mitra bagi Wartawan?

Klik Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:05 WIB

7 Kebiasaan Sederhana yang Membuat Hubungan Pasangan Awet Selamanya

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:22 WIB

40 Pekerjaan yang Berpotensi Tergantikan AI, Simak Daftarnya

Selasa, 28 April 2026 - 20:58 WIB

Benarkah Ikan Asin Memicu Kolesterol Tinggi? Ini Faktanya

Jumat, 24 April 2026 - 17:00 WIB

Kecerdasan Buatan dalam Dunia Jurnalistik: Ancaman atau Mitra bagi Wartawan?

Kamis, 23 April 2026 - 18:25 WIB

Mulai 2027, Uni Eropa Wajibkan Baterai Smartphone Bisa Dilepas Pasang

Klik Terbaru