Menkeu Purbaya Sebut Utang Kereta Cepat Dicicil 80 Tahun

- Redaksi

Selasa, 8 September 2026 - 21:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan utang Kereta Cepat Whoosh direstrukturisasi dengan tenor 80 tahun dan cicilan Rp1 triliun per tahun.(ist)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan utang Kereta Cepat Whoosh direstrukturisasi dengan tenor 80 tahun dan cicilan Rp1 triliun per tahun.(ist)

KLIKINDONESIA, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan skema pembayaran utang proyek Kereta Cepat Whoosh pasca restrukturisasi. Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang tenor cicilan pembayaran utang proyek strategis tersebut hingga 80 tahun.

Nilai pembayaran kewajiban tersebut diproyeksikan berada di kisaran angka Rp1 triliun per tahun. Menkeu Purbaya menilai beban pembayaran tahunan tersebut masih sangat aman bagi keuangan negara.

“Berarti kan total utang besar, tapi di-stretch 80 tahun sudah direstrukturisasi,” kata Purbaya di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan bahwa skema pembayaran tersebut sudah disesuaikan agar tidak mengganggu kestabilan anggaran pemerintah. Pengelolaan kewajiban utang Whoosh akan resmi dialihkan dari Danantara ke Kementerian Keuangan pada 15 September 2026.

Nantinya, pembayaran cicilan tahunan tersebut berpotensi ditangani langsung oleh Special Mission Vehicle (SMV) atau INA.

Kemampuan Keuangan SMV Sangat Cukup

Menkeu Purbaya memastikan bahwa entitas penanggung jawab tidak perlu lagi mencari investor baru untuk mencari dana. Sebab, kemampuan finansial lembaga SMV di bawah Kementerian Keuangan saat ini tercatat sangat memadai.

“Nggak, sudah ada uangnya. Sudah ada juga,” ujar Purbaya menegaskan kesiapan dana tersebut.

Ia menjelaskan bahwa keuntungan tahunan satu entitas SMV saja bisa mencapai angka Rp3 triliun hingga Rp4 triliun. Jumlah tersebut belum memperhitungkan tambahan keuntungan dari operasional mandiri proyek yang berpotensi menghasilkan ratusan miliar rupiah.

Oleh karena itu, pemerintah optimistis mampu mengelola pembayaran utang Whoosh hingga selesai tanpa kendala.*[]

Penulis : Redaksi

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: CNN Indonesia.com

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Gerindra Tapteng Tarik Wacana Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu
Kemensos Sanksi 1.900 Pegawai Terindikasi Judi Online
Nama Anggota DPR Eva Stevany Masuk Data Desil Bansos
KAI Tambah Kereta dan Kapasitas Imbas Erupsi Anak Krakatau
Abu Krakatau Tutup Delapan Bandara Termasuk Soetta
Korban Keracunan MBG di Sidoarjo Alami Trauma Mendalam
Pengadilan Tinggi Militer Batalkan Pemecatan Prajurit BAIS TNI
Korban Keracunan MBG Sidoarjo Capai 566 Warga

Klik Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 09:21 WIB

Gerindra Tapteng Tarik Wacana Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu

Selasa, 8 September 2026 - 20:51 WIB

Kemensos Sanksi 1.900 Pegawai Terindikasi Judi Online

Selasa, 8 September 2026 - 15:57 WIB

Nama Anggota DPR Eva Stevany Masuk Data Desil Bansos

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

KAI Tambah Kereta dan Kapasitas Imbas Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 September 2026 - 15:54 WIB

Abu Krakatau Tutup Delapan Bandara Termasuk Soetta

Klik Terbaru