Jerusalem Post: Israel mengirim delegasi membahas tahanan

- Redaksi

Kamis, 24 April 2025 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah -tengah meningkatnya tekanan publik dan perbedaan pendapat dalam pemerintahan Israel, sebuah delegasi Israel akan dilaporkan akan segera berangkat dalam beberapa hari ke depan untuk membahas perjanjian pertukaran tahanan dengan Hamas.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pemerintahnya tidak akan menghentikan operasi militer di Gaza.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita tentang pengiriman delegasi ini disampaikan oleh Yerusalem Post, Rabu (24/4), mengutip sumber anonim.

Namun, surat kabar itu tidak menentukan tujuan delegasi.

Sumber -sumber Israel yang dikutip menyatakan bahwa sejauh ini belum ada perubahan sikap dari Hamas mengenai kemungkinan gencatan senjata baru di Jalur Gaza.

Menurut laporan itu, Hamas telah memberi tahu para mediator dari Qatar dan Mesir bahwa partainya menolak perjanjian apa pun yang hanya menjanjikan pemanasan sementara perang.

Hamas tetap dalam posisinya, bersedia membebaskan semua tahanan Israel secara bersamaan.

Tetapi ini dilakukan hanya jika Israel menyetujui total penghentian perang dan penarikan pasukan dari Gaza.

Sebaliknya, Tel Aviv mengajukan penawaran dalam bentuk pembebasan antara 10 hingga 11 tahanan – dari sekitar 24 orang tahanan – sebagai hadiah untuk gencatan senjata sementara selama 45 hari.

Namun, Netanyahu menyatakan bahwa Israel tidak akan menghentikan perang untuk pembebasan para tahanan.

Dia juga menekankan komitmennya untuk mencapai “kemenangan penuh” atas Hamas.

Di sisi lain, dua sumber mengatakan kepada Reuters bahwa delegasi Hamas juga dijadwalkan pergi ke Kairo untuk membahas proposal baru tentang gencatan senjata jangka panjang.

Proposal tersebut mencakup penghentian total pertempuran dan pembebasan semua tahanan sebagai syarat untuk awal periode tenang yang dapat bertahan antara 5 hingga 7 tahun.

Informasi serupa juga dilaporkan oleh Agence France-President, yang mengutip seorang pejabat Hamas bahwa delegasi mereka akan membahas “ide-ide baru” untuk mencapai perdamaian di Gaza.

Sementara itu, suasana politik domestik Israel memanas. Pertemuan Kabinet Perang Israel pada Selasa malam dilaporkan diwarnai oleh pertengkaran yang kuat.

Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dilaporkan menyerang Kepala Staf Militer Eyal Zamir dan Kepala Shin Bet Ronen Bar untuk cara mereka menangani perang, sebelum akhirnya meninggalkan ruang pertemuan.

Menurut Laporan Israel Otoritas Penyiaran dan Radio Angkatan Darat Israel, sejumlah pejabat militer mendesak pemerintah untuk memaksimalkan upaya diplomasi.

Upaya ini adalah untuk mencapai kesepakatan dengan Hamas sebelum memutuskan untuk memperluas operasi militer.

Informasi yang diperoleh oleh Saluran 12 menyatakan bahwa sejumlah pejabat keamanan menolak opsi untuk memperluas agresi secara langsung. Meskipun masih mendukung keberlanjutan operasi untuk membebaskan tahanan.

Netanyahu sendiri menanggapi perbedaan dalam pandangan dengan menyatakan bahwa “perbedaan pendapat adalah normal”.

Dia juga menjadwalkan pertemuan tindak lanjut Kamis depan.

Serangan udara Israel masih berlangsung di berbagai daerah Gaza, dengan laporan terbaru menyebutkan jatuhnya puluhan nyawa dan cedera.

Sejak Israel membatalkan gencatan senjata dan melanjutkan serangannya pada 18 Maret, eskalasi di Gaza terus menunjukkan peningkatan tanpa tanda -tanda deeskalisasi dalam waktu dekat.

RakyatPos World

Klik Terkait

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo
Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM
Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una
Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut
Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD
Kasus Meningkat, Wako Pekanbaru  Minta Skrining HIV Diperkuat
Pemko Pekanbaru Usulkan 76 Sekolah Ikut Revitalisasi
Bupati Bangkep Audiensi Kemenko Pangan Bahas Penguatan Pertanian-Perikanan

Klik Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:13 WIB

Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:00 WIB

Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una

Senin, 8 Juni 2026 - 17:59 WIB

Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut

Senin, 8 Juni 2026 - 16:30 WIB

Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD

Klik Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB