Ketua Dewan Ulama Indonesia (MUI) di bidang hubungan luar negeri dan kerja sama internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyatakan belasungkawa mendalam atas kematian Paus Francis, sambil menyoroti peran pentingnya sebagai pembela nilai -nilai manusia di tengah -tengah gejolak politik global, termasuk tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza.
“Pembelaannya terhadap kemanusiaan sangat tinggi agar tidak robek dan dihancurkan dan dihancurkan oleh tindakan dan kebijakan politik jahat seperti yang terjadi di Gaza kali ini,” kata Sudarnoto dalam pernyataannya pada pernyataannya kepada Gazamedia.net.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sudarnoto mengatakan semua kekuatan agama yang berbeda harus dapat secara bersama -sama membela kemanusiaan dan memperkuat persaudaraan kemanusiaan (Persaudaraan manusia). Dasar teologis harus diperkuat untuk misi Persaudaraan manusia Ini.
“Paus mendalam khusus terkait dengan penghancuran Gaza, tuntutannya untuk menghentikan genosida, gagasannya tentang perdamaian dunia, dan keinginannya yang tinggi untuk persaudaraan manusia sejalan dengan sikap MUI,” Sudarnoto menjelaskan.
Setelah kematian Paus, lanjutan Sudarnoto, tantangan kepemimpinan agama bagi perdamaian dunia semakin kuat. Karena itu, pertemuan, dialog, dan kerja sama silang di masa depan harus lebih kokoh dan produktif.
“Sudah waktunya bagi semua elemen masyarakat antaragama untuk terus melanjutkan langkah -langkah Paus menghentikan kejahatan Israel, didorong untuk menarik tentara Israel dari Gaza, dan mendorong realisasi kemerdekaan Palestina,” pungkasnya.
RakyatPos World









