Operasi Keselamatan Tinombala 2024 Berakhir: Kecelakaan Turun, Pelanggaran Naik!

- Redaksi

Minggu, 27 April 2025 - 05:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



Operasi Keselamatan Tinombala 2024 yang digelar di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah selama 14 hari, secara resmi berakhir Minggu 17 Maret 2024 pukul 24.00 wita.

PALU, SULTENG [KLIKINDONESIA]

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi Keselamatan Tinombala 2024 yang berlangsung selama 14 hari di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah resmi berakhir pada Minggu (17/3/2024) pukul 24.00 WITA. Operasi yang mengedepankan edukasi dan persuasi ini berhasil menurunkan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) sebesar 16 persen.

“Operasi Keselamatan Tinombala 2024 secara resmi dinyatakan berakhir pada Minggu, 17 Maret 2024 pukul 24.00 WITA,” kata Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Djoko Wienartono di Palu, Senin (18/3/2024).

Djoko menjelaskan, selama operasi berlangsung, tercatat 32 kasus laka lantas. Angka ini menunjukkan penurunan 16 persen dibandingkan dengan Operasi Keselamatan Tinombala 2023. Dari 32 kasus tersebut, 8 orang meninggal dunia, 29 luka berat, 41 luka ringan, dan kerugian materiil mencapai Rp 126.400.000,-.

Namun, berbeda dengan angka laka lantas, pelanggaran lalu lintas justru mengalami peningkatan 36 persen. “Posko Operasi Keselamatan Tinombala 2024 mencatat 25.773 pelanggaran, dibandingkan dengan 18.924 pelanggaran pada Operasi Keselamatan 2023,” terang Djoko.

Dari total pelanggaran tersebut, 20.958 pelanggar mendapat teguran, 3.014 pelanggar tertangkap kamera ETLE statis, 851 pelanggar tertangkap kamera ETLE mobile, dan 950 pelanggar mendapat e-tilang.

Selama operasi, polisi juga menindak 66 kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot tidak sesuai spektek atau knalpot brong.

“Dengan berakhirnya Operasi Keselamatan Tinombala 2024, kami harap masyarakat dapat terus menjaga keamanan dan ketertiban dalam berlalu lintas untuk menekan angka laka lantas di Sulawesi Tengah,” pungkas Djoko.*


– KlikIndonesia.co –

Klik Terkait

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo
Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM
Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una
Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut
Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD
Kasus Meningkat, Wako Pekanbaru  Minta Skrining HIV Diperkuat
Pemko Pekanbaru Usulkan 76 Sekolah Ikut Revitalisasi
Bupati Bangkep Audiensi Kemenko Pangan Bahas Penguatan Pertanian-Perikanan

Klik Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:13 WIB

Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:00 WIB

Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una

Senin, 8 Juni 2026 - 17:59 WIB

Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut

Senin, 8 Juni 2026 - 16:30 WIB

Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD

Klik Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB