Pakar Militer: Perlawanan Palestina Menerapkan taktik gerilya, tentara Israel yang lelah

- Redaksi

Sabtu, 26 April 2025 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perlawanan Palestina di Jalur Gaza terus melakukan operasi skala kecil tetapi memiliki dampak besar pada militer Israel.

Menurut analis militer dan strategis, Kolonel Hatim Karim al-Falahi, taktik yang diterapkan adalah bentuk perang gerilya dan perang drainase terhadap kekuatan militer Israel yang katanya dalam kondisi kelelahan dan kelelahan operasional.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam 24 jam terakhir, 2 tentara Israel dilaporkan tewas dan 7 lainnya terluka di Gaza.

Media Israel mengkonfirmasi bahwa salah satu insiden terjadi di lingkungan Al-Sultan, Rafah, Gaza selatan.

Peluru RPG menghantam pasukan Israel dan melukai 3 orang, salah satunya dalam kondisi kritis.

Selain itu, seorang prajurit cadangan dari Batalion 5250 juga menderita cedera serius pada bentrokan di wilayah yang sama.

Operasi resistensi disebut semakin luas. Setelah menyerbu wilayah utara Gaza, kelompok perlawanan kemudian melakukan serangan di selatan, yang sepenuhnya menyebabkan para korban di militer Israel.

Kolonel al-Falahi mencatat bahwa Tel al-Sultan adalah daerah yang telah dikunci dari awal dari awal agresi dan dibuang oleh pasukan Israel.

Tetapi pasukan perlawanan masih dapat melakukan operasi di sana dan menyebabkan kerugian di pihak lawan.

Sayap Militer Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam, menyatakan bahwa pada hari Kamis mereka berhasil menembak empat personil militer Israel yang terdiri dari para perwira dan tentara-jalan al-Awda, di sebelah timur Beit Hanoun, Gaza Utara.

Tindakan ini disebut sebagai kelanjutan dari penyergapan “Kasr as-Sayf” (memecahkan pedang), yang menewaskan seorang prajurit Israel dan melukai beberapa orang lain ketika kendaraan militer dan unit bantuan mereka diserang di lokasi yang sama.

Dalam unggahan di platform telegram, juru bicara militer Al-Qassam, Abu Ubaidah, mengatakan bahwa para pejuang Al-Qassam itu heroik, menempatkan perangkap yang direncanakan.

“Mengintai pergerakan musuh untuk menjebaknya dalam kehancuran yang pasti, pada waktu dan tempat kita menentukan diri kita sendiri,” tulisnya dalam unggahan.

Pertanyaan tentang Efektivitas Perang

Sebagai intensifikasi serangan perlawanan, militer Israel tampaknya semakin sulit untuk mengelola operasi di Gaza.

Kolonel al-Falahi mengatakan bahwa kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius di antara media dan rakyat Israel: Apakah perang ini masih memiliki tujuan yang dapat dicapai jika militer tidak dapat menekan Hamas?

Israel sekarang memobilisasi semua pasukan militernya di Gaza, termasuk pasukan reguler, cadangan, dan unit penjaga perbatasan.

Namun, menurut al-Falahi, mempertahankan wilayah ini bukanlah tujuan utama perlawanan Palestina saat ini, mengingat ketidaksetaraan besar dalam kekuatan militer antara kedua partai.

Dia juga mencatat bahwa militer Israel mengalami kesulitan nyata dalam mencapai kemajuan lapangan.

Setiap kali mereka mencoba menembus, pasukan mereka harus menghadapi serangan gerilya yang terorganisir dan membawa kerugian dalam jumlah yang tidak kecil.

“Kerugian saat ini hanyalah kelanjutan dari kekalahan yang telah dialami oleh Israel sejak fase pertama agresinya terhadap Gaza,” kata Kolonel Al-Falahi.

Dia menambahkan bahwa secara strategis dan operasional, operasi militer Israel belum menunjukkan hasil yang konkret.

RakyatPos World

Klik Terkait

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo
Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM
Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una
Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut
Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD
Kasus Meningkat, Wako Pekanbaru  Minta Skrining HIV Diperkuat
Pemko Pekanbaru Usulkan 76 Sekolah Ikut Revitalisasi
Bupati Bangkep Audiensi Kemenko Pangan Bahas Penguatan Pertanian-Perikanan

Klik Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:13 WIB

Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:00 WIB

Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una

Senin, 8 Juni 2026 - 17:59 WIB

Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut

Senin, 8 Juni 2026 - 16:30 WIB

Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD

Klik Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB