Panas, Gaza Blockade memicu ketegangan di tubuh Kabinet Israel

- Redaksi

Kamis, 24 April 2025 - 05:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan muncul antara Menteri Keuangan Israel dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata yang terkait dengan distribusi bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Perselisihan ini terjadi di tengah blokade ketat yang terus dipaksakan oleh Israel atas area konflik, dilaporkan oleh media lokal Israel pada hari Rabu (4/24/2025).

Dalam pertemuan Dewan Keamanan Israel yang berlangsung pada Selasa malam, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa pemerintah perlu melanjutkan distribusi bantuan ke Gaza dalam dua minggu ke depan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu menerima tanggapan yang kuat dari Kepala Staf Militer, Jenderal Eyal Zamir, yang mengkonfirmasi bahwa militer tidak bertanggung jawab atas distribusi bantuan di wilayah Palestina. Pernyataan ini memicu kemarahan Menteri Keuangan dari kamp sayap kanan, Bezalel Smotrich.

“Militer tidak memilih misinya sendiri,” kata Smotrich. “Kami telah memberikan arahan yang perlu Anda persiapkan. Kami menentukan tujuan, dan Anda menerapkannya.”

“Jika Anda tidak dapat, kami akan mencari orang lain yang mampu. Jika Anda tidak tahu caranya, kami akan menemukan orang yang tahu,” lanjut Smotrich.

Sejak 2 Maret, Israel menutup semua akses persimpangan ke Gaza, mencegah masuknya kebutuhan dasar ke wilayah tersebut, meskipun sejumlah laporan menyebutkan krisis kelaparan yang semakin parah.

Militer Israel melancarkan serangan terhadap Gaza pada 18 Maret, yang memutuskan perjanjian gencatan senjata dan pertukaran penjara yang dicapai pada 19 Januari.

Sejak awal serangan pada Oktober 2023, korban tewas di Gaza telah mencapai hampir 51.300 orang, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak -anak, menurut data otoritas kesehatan setempat.

Pada bulan November tahun lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi gugatan di Pengadilan Internasional (ICJ) yang terkait dengan dugaan genosida dalam konflik yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.

RakyatPos World

Klik Terkait

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo
Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM
Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una
Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut
Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD
Kasus Meningkat, Wako Pekanbaru  Minta Skrining HIV Diperkuat
Pemko Pekanbaru Usulkan 76 Sekolah Ikut Revitalisasi
Bupati Bangkep Audiensi Kemenko Pangan Bahas Penguatan Pertanian-Perikanan

Klik Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:13 WIB

Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:00 WIB

Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una

Senin, 8 Juni 2026 - 17:59 WIB

Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut

Senin, 8 Juni 2026 - 16:30 WIB

Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD

Klik Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB