Pejabat Jihad Islam: Penahanan Dua Kader Kami Di Suriah Tidak Berpola Secara Politik

- Redaksi

Kamis, 24 April 2025 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pejabat senior dari gerakan Jihad Islam Palestina menolak spekulasi bahwa penahanan 2 kader utama di Suriah terkait dengan dinamika politik terbaru, termasuk kunjungan Presiden Palestina Mahmoud Abbas ke Damaskus.

Dia menegaskan bahwa kegiatan pergerakan di Suriah terus berjalan seperti biasa dan tidak mengalami gangguan yang signifikan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi untuk Al-Quds al-Arabi, Bassam al-Agha, petugas urusan Suriah dari gerakan Jihad Islam, mengatakan bahwa tidak ada indikasi bahwa penangkapan 2 tokoh penting dari organisasi itu disebabkan oleh kegiatan gerakan di wilayah Suriah.

Dia curiga bahwa penahanan itu mungkin dimotivasi oleh masalah pribadi terhadap dua angka yang ditangkap.

2 kader yang ditahan adalah Khalid Khalid (Abu al-Hassan), yang menjabat sebagai orang yang bertanggung jawab atas wilayah Suriah, dan Yasser al-Zafri (Abu Ali), kepala komite organisasi.

Mereka ditangkap secara terpisah, yaitu pada hari Kamis dan Sabtu minggu lalu. Sampai sekarang, Otoritas Suriah belum memberikan pernyataan resmi mengenai alasan penahanan tersebut.

Dalam pernyataan resminya, sayap militer dari gerakan jihad Islam, brigade al-Quds, mengkonfirmasi penangkapan itu dan menyampaikan pesan kepada komunitas Suriah.

“Wahai saudara -saudara kita di Suriah, negara yang telah melahirkan pejuang tangguh, saat ini dua kader terbaik kami masih ditahan di tengah -tengah Anda,” kata pernyataan itu.

Brigade meminta pemerintah Suriah untuk segera membebaskan kedua tokoh itu, yang dianggap telah berkontribusi pada perjuangan Palestina dan misi kemanusiaan selama konflik Suriah.

“Kami tidak pernah mengarahkan senjata kami selain musuh utama kami, dan para martir kami dari Suriah meninggal di perbatasan Palestina, bukan di tempat lain,” lanjut pernyataan itu.

Mereka juga mengkonfirmasi komitmen gerakan terhadap perjuangan melawan Israel.

Al-Agha juga membantah bahwa penangkapan itu terkait dengan kunjungan Presiden Abbas ke Suriah.

Dia menjelaskan bahwa al-Zafri ditangkap sehari sebelum kedatangan Abbas, sementara Khalid ditangkap dua hari kemudian.

“Tidak ada indikasi bahwa penangkapan ini terkait dengan kunjungan, atau dengan kunjungan delegasi Kongres Amerika Serikat yang juga hadir di Damaskus,” katanya.

Dia menambahkan bahwa gerakan itu sedang mencoba melalui berbagai jalur untuk membebaskan kedua kader.

Namun, ia mengakui bahwa keputusan itu sepenuhnya ada di tangan otoritas Suriah, dan sampai sekarang tidak ada informasi resmi tentang alasan penahanan.

Selain itu, al-Agha menekankan bahwa kegiatan jihad Islam di Suriah terus berlangsung seperti biasa dan terbatas pada kegiatan kemanusiaan bagi para pengungsi Palestina.

Bahkan, menurutnya, Selasa ini partainya akan mengadakan prosesi pemakaman dua anggotanya yang meninggal dalam pertempuran di Lebanon, dengan mayat itu dibawa ke Damaskus untuk dimakamkan.

“Tidak ada perubahan sikap dari pihak Suriah kami, dan kami terus melakukan kegiatan seperti biasa,” katanya.

RakyatPos World

Klik Terkait

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo
Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM
Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una
Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut
Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD
Kasus Meningkat, Wako Pekanbaru  Minta Skrining HIV Diperkuat
Pemko Pekanbaru Usulkan 76 Sekolah Ikut Revitalisasi
Bupati Bangkep Audiensi Kemenko Pangan Bahas Penguatan Pertanian-Perikanan

Klik Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:13 WIB

Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:00 WIB

Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una

Senin, 8 Juni 2026 - 17:59 WIB

Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut

Senin, 8 Juni 2026 - 16:30 WIB

Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD

Klik Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB