Setelah dua minggu terputus, pasokan air untuk 1 juta orang Gaza kembali mengalir

- Redaksi

Jumat, 18 April 2025 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Otoritas Palestina pada hari Kamis (4/17/2025) mengumumkan bahwa aliran air bersih dari rute utama mengalir kembali ke sejumlah daerah di kota Gaza.

Sebelumnya, aliran air telah berhenti selama 2 minggu karena kerusakan jaringan yang disebabkan oleh serangan Israel.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pernyataan resminya, Otoritas Air Palestina yang berbasis di Ramallah menyatakan bahwa tim teknis mereka berhasil menyelesaikan peningkatan darurat saluran utama mikrot (juga disebut saluran al-muntar) yang terletak di bagian timur Kota Gaza.

“Proses perbaikan ini adalah yang ketiga kalinya dilakukan sejak awal agresi militer di Gaza,” kata pernyataan itu.

Jalur air ini sebelumnya merupakan sumber utama pasokan air minum untuk kota Gaza, yang mencakup sekitar 70 persen kebutuhan air kota, atau setara dengan 20.000 meter kubik per hari.

Aliran ini melayani sekitar satu juta penduduk, termasuk pengungsi internal yang didorong ke pusat kota karena perintah evakuasi militer dari utara dan pinggiran kota.

Otoritas Air menambahkan bahwa serangan terakhir yang merusak saluran ini terjadi pada 4 April 2025.

Kerusakan menyebabkan pemutusan pasokan air yang bersumber dari sistem Mikrot yang menguras air dari desalinasi ke berbagai daerah di Gaza.

Ia juga mencatat bahwa jaringan air telah ditargetkan oleh serangan itu beberapa kali pada bulan April dan Juli 2024.

Sejak pecahnya konflik besar pada 7 Oktober 2023, Israel dengan dukungan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan.

Menurut Otoritas Palestina, serangan itu telah menewaskan dan melukai lebih dari 167.000 orang, mayoritas anak -anak dan wanita. Sebanyak lebih dari 11.000 lainnya dilaporkan hilang.

Otoritas air Palestina menyoroti bahwa upaya pemulihan infrastruktur sangat terhambat karena total blokade yang dikenakan oleh Israel.

“Pendudukan Israel terus mencegah masuknya bahan, bagian, dan peralatan yang diperlukan untuk memperbaiki jaringan air dan sanitasi,” tulis pernyataan itu.

Selain itu, penutupan semua penyeberangan komersial membantu memperlambat respons terhadap situasi darurat.

Sebagai akibat dari konflik yang berkepanjangan dan penghancuran infrastruktur, sekitar 1,5 juta penduduk dari total 2,4 juta penduduk Gaza kini kehilangan rumah.

Kondisi ini juga mendorong Gaza ke ambang kelaparan, bersama dengan penghentian aliran bantuan kemanusiaan karena blokade ketat yang dikenakan oleh Tel Aviv.

Sejak 18 tahun terakhir, Israel telah memberlakukan blokade darat, laut dan udara di atas Gaza. Di sisi lain, Israel juga terus menduduki wilayah Palestina, Suriah dan Lebanon.

Israel juga menolak pembentukan negara Palestina yang mandiri dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota menurut perbatasan sebelum perang 1967.

RakyatPos World

Klik Terkait

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo
Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM
Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una
Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut
Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD
Kasus Meningkat, Wako Pekanbaru  Minta Skrining HIV Diperkuat
Pemko Pekanbaru Usulkan 76 Sekolah Ikut Revitalisasi
Bupati Bangkep Audiensi Kemenko Pangan Bahas Penguatan Pertanian-Perikanan

Klik Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:13 WIB

Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:00 WIB

Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una

Senin, 8 Juni 2026 - 17:59 WIB

Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut

Senin, 8 Juni 2026 - 16:30 WIB

Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD

Klik Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB