Tentara Israel membutuhkan dana tambahan USD 2,6 miliar untuk memperpanjang genosida Gaza

- Redaksi

Rabu, 23 April 2025 - 02:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tentara Israel memperkirakan bahwa mereka membutuhkan dana tambahan 10 miliar shekel (sekitar 2,6 miliar dolar AS) untuk memperluas operasi militer mereka di Jalur Gaza, kata Laporan Harian Israel, Yedioth Ahronoth.

“Pemulihan perang di Gaza lebih dari sebulan yang lalu, setelah gencatan senjata, serta rencana untuk memperluasnya dengan operasi lahan skala besar, meninggalkan biaya yang signifikan,” kata The Daily.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, harian melaporkan bahwa penambahan dana ini menerima penolakan yang kuat dari Kementerian Keuangan Israel.

“Ini tidak masuk akal, setelah hampir 31 miliar dolar AS yang telah dialokasikan – termasuk penggunaan dana cadangan 2,6 miliar dolar AS – sekarang ditambahkan 2,6 miliar dolar AS ke dalam anggaran pertahanan yang telah membengkak,” kata seorang pejabat senior kepada surat kabar itu.

Yedioth Ahronoth menambahkan bahwa pengeluaran tambahan akan digunakan untuk memenangkan sekitar 40% dari wilayah Gaza dalam beberapa minggu mendatang, untuk meningkatkan keamanan pemukiman Israel di dekat perbatasan Gaza dan mencegah pengembalian tembakan roket ke Israel.

Menurut data yang dikeluarkan oleh surat kabar ekonomi Israel, Calcalist, awal tahun ini, Israel telah menghabiskan 250 miliar shekel (sekitar 67,57 miliar dolar AS) pada tahun 2024 untuk serangan militer di Jalur Gaza.

Tentara Israel melanjutkan serangannya di Gaza pada 18 Maret, menghancurkan gencatan senjata dan kesepakatan tentang pertukaran tahanan yang dicapai pada 19 Januari.

Sejak Oktober 2023, Israel telah membunuh lebih dari 51.200 warga Palestina di Gaza, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak -anak.

November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Selain itu, Israel juga menghadapi kasus genosida di pengadilan internasional yang terkait dengan perang yang diluncurkannya di Gaza.

RakyatPos World

Klik Terkait

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo
Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM
Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una
Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut
Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD
Kasus Meningkat, Wako Pekanbaru  Minta Skrining HIV Diperkuat
Pemko Pekanbaru Usulkan 76 Sekolah Ikut Revitalisasi
Bupati Bangkep Audiensi Kemenko Pangan Bahas Penguatan Pertanian-Perikanan

Klik Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:13 WIB

Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:00 WIB

Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una

Senin, 8 Juni 2026 - 17:59 WIB

Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut

Senin, 8 Juni 2026 - 16:30 WIB

Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD

Klik Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB