Tragedi Ahmed: Kehilangan kaki dan saudara kembar di tengah genosida Gaza

- Redaksi

Minggu, 27 April 2025 - 04:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di salah satu ruang perawatan anak-anak di Rumah Sakit Indonesia, Gaza Utara, Ahmed al-Galban terbaring lemah. Matanya kosong, tubuhnya tidak berdaya. Bocah ini tidak hanya kehilangan kakinya, tetapi juga saudara kembarnya, Mohammed, dalam konflik bersenjata yang masih berlangsung di Jalur Gaza.

Ahmed adalah salah satu dari hampir 1.000 anak yang kehilangan anggota tubuh mereka dalam perang yang, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, telah merenggut nyawa lebih dari 16.000 anak. Anak -anak dikatakan lebih dari 35 persen dari total kehidupan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa tragis yang dialami Ahmed terjadi Maret lalu, ketika lingkungan Al-Shaima di Beit Lahia, Gaza Utara, ditargetkan oleh serangkaian serangan udara.

Ahmed dan Mohammed sedang dalam perjalanan menuju perlindungan yang lebih aman setelah rumah mereka ditandai sebagai “zona merah” oleh militer Israel.

Keduanya naik kereta yang ditarik oleh kuda, membawa sejumlah barang rumah tangga.

“Aku memegang tangan kakakku. Kami selalu bersama,” kata Ahmed.

“Pada waktu itu kami mencoba menemukan tempat yang aman. Tiba -tiba kami menjadi sasaran. Saya kehilangan kesadaran. Ketika saya menyadari di rumah sakit, saya baru tahu bahwa kaki saya telah diamputasi. Bahkan lebih menyakitkan, saya juga kehilangan saudara kembar dan paman saya.”

Kisah Ahmed dan Mohammed, meskipun memilukan, bukan satu -satunya. Ribuan anak -anak lain di Gaza menghadapi nasib yang sama karena agresi yang berkepanjangan. Sampai sekarang, lebih dari setengah juta penduduk dilaporkan terlantar, dan serangan itu berlanjut.

RakyatPos World

Klik Terkait

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo
Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM
Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una
Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut
Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD
Kasus Meningkat, Wako Pekanbaru  Minta Skrining HIV Diperkuat
Pemko Pekanbaru Usulkan 76 Sekolah Ikut Revitalisasi
Bupati Bangkep Audiensi Kemenko Pangan Bahas Penguatan Pertanian-Perikanan

Klik Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Wamen ATR Ossy Dermawan Jalani Adat Mopotilolo di Gorontalo

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:13 WIB

Kanwil DJP Riau Gandeng P3KPI dan IKTS Sosialisasi PPh Final UMKM

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:00 WIB

Wabup Surya Ajak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Tojo Una-Una

Senin, 8 Juni 2026 - 17:59 WIB

Cuaca Panas di Riau, Siak Waspadai Karhutla Lahan Gambut

Senin, 8 Juni 2026 - 16:30 WIB

Plt Gubernur Riau Apresiasi Strategi TP-PKK Kota Pekanbaru Dongkrak PAD

Klik Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB