KPK Tangkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Terkait Dugaan Pemerasan

- Redaksi

Kamis, 21 Agustus 2025 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (21/8/2025). (cnn indonesia/detik.com)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (21/8/2025). (cnn indonesia/detik.com)

JAKARTA, KLIKINDONESIA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (21/8/2025). Penangkapan ini diduga terkait tindak pidana pemerasan terhadap sejumlah perusahaan dalam pengurusan sertifikasi K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan penangkapan tersebut. “Pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan terkait pengurusan sertifikasi K3,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (21/8).

Dalam operasi senyap itu, Noel tidak sendirian. KPK turut mengamankan 10 orang lainnya. “Sepuluh orang,” kata Fitroh melalui pesan tertulis. Namun, ia belum menjelaskan detail waktu maupun lokasi penangkapan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain menangkap para pihak, KPK juga menyegel ruang Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Ditjen Binwasnaker & K3) di Kementerian Ketenagakerjaan. “Ya benar,” kata Fitroh menegaskan penyegelan tersebut.

Dalam OTT yang digelar dini hari itu, KPK menyita barang bukti berupa puluhan kendaraan roda dua dan roda empat serta uang tunai bernilai miliaran rupiah. Hingga kini, sejumlah pihak yang terjaring OTT telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan. “KPK akan menyampaikan kronologi tangkap tangan dan konstruksi perkara dalam konferensi pers mendatang,” ujar Fitroh.

Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus yang menyeret wakil menteri tersebut.*[]

Penulis : R

Editor : KLIK INDONESIA

Sumber Berita: CNN Indonesia.com

Klik Terkait

DPR Desak Operator Segera Jalankan Putusan MK soal Kuota Hangus
Melangkah Menuju Konstituen, PJS Resmi Serahkan Dokumen Verifikasi ke Dewan Pers 
Dewan Pers Ingatkan Wartawan Patuhi Etika di Tengah Disrupsi Digital
PJS Beri Award Mitra Pers dan Kukuhkan Pengurus Daerah di Malam Anugerah Munas III
Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Pelaku Siswa Terinspirasi Kasus Jakarta
LPSK Tolak Permohonan Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN
Pelatihan PM-KKA Kemendikdasmen Bawa Perubahan Positif di Kelas
Wamendikdasmen Tinjau Revitalisasi SLB dan Digitalisasi Pendidikan Inklusif di Jateng

Klik Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:39 WIB

DPR Desak Operator Segera Jalankan Putusan MK soal Kuota Hangus

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:37 WIB

Melangkah Menuju Konstituen, PJS Resmi Serahkan Dokumen Verifikasi ke Dewan Pers 

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:20 WIB

Dewan Pers Ingatkan Wartawan Patuhi Etika di Tengah Disrupsi Digital

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:34 WIB

PJS Beri Award Mitra Pers dan Kukuhkan Pengurus Daerah di Malam Anugerah Munas III

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:16 WIB

Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Pelaku Siswa Terinspirasi Kasus Jakarta

Klik Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB