AMBON, KLIKINDONESIA.CO — Antusiasme anak muda Ambon memuncak saat Turnamen Offline Free Fire Piala Wakil Ketua DPRD Kota Ambon digelar di Taman Budaya Ambon. Kegiatan yang digagas oleh Patrick Moenandar, SE ini berhasil menyedot perhatian luas dan menjadi salah satu ajang e-sport paling bergengsi di Maluku tahun ini.
Turnamen dibuka secara resmi oleh Anggota DPD RI Dapil Maluku, Novita Anakotta, dan dihadiri ratusan penonton yang memadati arena. Kehebohan semakin terasa ketika lima sosok legendaris dari tim EVOS Esports hadir langsung di Ambon, yakni EVOS Manay, EVOS Rasyah, EVOS Abaax, EVOS Adien, dan EVOS Parandika. Kehadiran mereka menjadi magnet tersendiri bagi para penggemar gim Free Fire di wilayah timur Indonesia.
Patrick Moenandar menyampaikan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi wadah pembinaan talenta muda Ambon di bidang e-sport. “Kegiatan ini kami gagas untuk menyalurkan bakat anak muda Ambon di dunia digital. Saya ingin mereka berani bermimpi dan menatap karier profesional di dunia e-sport,” ujar Patrick saat diwawancarai usai kegiatan, Jumat (10/10/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
EVOS Manay, yang kini menjabat sebagai Head of Free Fire EVOS Esports, dikenal sebagai pelatih yang membawa Indonesia menjuarai Free Fire World Cup 2019 di Bangkok, gelar dunia pertama bagi Indonesia. Sementara EVOS Rasyah, dijuluki Wonderkid Indonesia, mencatat sejarah sebagai MVP termuda di ajang Esports World Cup (EWC) 2025 di Riyadh, pada usia 15 tahun.
Patrick berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut untuk mendorong anak muda Maluku menyalurkan potensi secara positif. “Beta sebagai anak negeri akan selalu mendukung generasi muda agar bisa memberi yang terbaik, bukan hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk negeri ini,” tegasnya.
Turnamen ini tak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi peserta, tetapi juga menegaskan peran Ambon sebagai kota yang semakin akrab dengan dunia digital dan kreativitas generasi muda.##
Penulis : Ester Y Delmaar
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia
















Komentar