KLIK INDONESIA. TOUNA — Kuota siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kabupaten Tojo Una-Una resmi menyentuh angka 100 siswa. Capaian ini terwujud usai Dinas Sosial melakukan penjangkauan langsung ke keluarga sasaran, termasuk mengajak anak putus sekolah kembali mengenyam pendidikan.
Kepala Dinas Sosial Tojo Una-Una, Darmawan Suaib, mengonfirmasi penambahan 14 siswa baru. Jumlah tersebut terdiri atas 12 calon siswa jenjang SD dan dua siswa jenjang SMP.
“Casis Sekolah Rakyat SD bertambah 12 orang dan SMP dua orang. Sesuai kuota SRT Tojo Una-Una kini sudah mencapai target 100 siswa,” kata Kepala Dinas Sosial Tojo Una-Una, Darmawan Suaib, Senin (14/9/26).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penjangkauan anak putus sekolah menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam menyukseskan program SRT. Langkah ini bertujuan untuk memberikan hak pendidikan yang setara bagi anak dari keluarga kurang mampu.
Petugas Dinas Sosial mendatangi langsung rumah orang tua siswa sebelum proses pembelajaran dimulai. Upaya persuasif ini dilakukan guna memastikan kesiapan mental anak serta komitmen pihak keluarga.
“Kami memastikan anak dari keluarga sasaran memperoleh kesempatan kembali mengikuti pendidikan,” ujar Darmawan menjelaskan.
Pembangunan Gedung Permanen dan Fasilitas
Jumlah peserta didik SRT Touna berpeluang terus bertambah pada masa mendatang. Pemerintah daerah tengah menyiapkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Desa Betau, Kecamatan Tojo.
Keberadaan gedung baru nantinya bakal memperluas daya tampung siswa miskin ekstrem. Pembangunan ini menjadi komitmen nyata Pemkab Touna dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Saat ini kegiatan belajar mengajar SRT Touna memanfaatkan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK). Gedung sementara tersebut berlokasi di Desa Kajulangko, Kecamatan Ampana Tete.
Membangun Karakter dan Kecakapan Hidup
Darmawan menegaskan tolok ukur keberhasilan SRT tidak hanya bertumpu pada pemenuhan kuota. Program ini dirancang untuk membentuk karakter kuat serta membekali siswa dengan kecakapan hidup.
“Paling penting anak-anak bisa mendapatkan pendidikan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidupnya,” tutur Darmawan menegaskan.
Langkah terpadu ini diharapkan mampu mencetak generasi muda Touna yang mandiri dan berdaya saing. Pemerintah daerah berkomitmen mengawal keberlanjutan studi seluruh siswa SRT hingga tuntas.*[]
Penulis : Budi Dako
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: Klik Indonesia.co















