KLIK INDONESIA.JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Jabodetabek pada Senin (14/9/2026). Operasi tangkap tangan ini menyeret nama Ketua DPP Partai Golkar Bidang Ormas, Fahd A Rafiq.
Penyidik KPK mengamankan total 17 orang dalam operasi penyelidikan tertutup tersebut. Pihak yang ditangkap meliputi pejabat Kementerian ATR/BPN hingga pihak swasta.
Di antara pejabat yang terjaring terdapat Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah ATR/BPN Lampri. Petugas juga mengamankan Kepala Kantah Bogor I Sontang Coin Manurung serta Kepala Kantah Tangerang Tardi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Barang Bukti Ratusan Miliar Rupiah
Tim penyidik turut menyita barang bukti berupa uang tunai rupiah dan valuta asing. Uang tersebut terkemas rapi di dalam kardus serta sekitar 20 koper.
“Saat ini masih proses hitung dan estimasi nominalnya mencapai ratusan miliar rupiah,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Budi menjelaskan penangkapan Fahd A Rafiq bertujuan untuk menggali keterangan awal terkait kasus pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Kabupaten Bogor. Keterangannya sangat penting dalam menyusun konstruksi perkara.
“Pihak yang diamankan dibutuhkan untuk memberikan penjelasan awal. Keterangan mereka membantu mengonstruksikan kronologi peristiwa,” ujar Budi menerangkan.
Sesuai ketentuan KUHAP, penyidik memiliki waktu 1x 24Â jam untuk menentukan status hukum para pihak. KPK menjadwalkan gelar perkara untuk menetapkan status tersangka para pejabat yang tertangkap.
Sikap Resmi DPP Partai Golkar
Merespons penangkapan kadernya, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M Sarmuji, memberi tanggapan resmi pada Selasa (15/9/2026). Pihaknya menegaskan komitmen untuk menghormati seluruh proses hukum di KPK.
Sarmuji mendorong penyidik mengusut tuntas perkara suap tersebut secara transparan. Golkar saat ini masih menunggu penjelasan resmi konstruksi perkara dari KPK.
“Kami menghormati proses hukum. Silakan aparat mengungkapkan kebenaran melalui proses hukum,” tegas Sekjen DPP Partai Golkar, M Sarmuji.
Sarmuji memastikan Partai Golkar siap mengambil tindakan tegas terhadap Fahd A Rafiq jika terbukti bersalah. Partai berlambang pohon beringin ini tidak toleran terhadap tindakan pelanggaran hukum.
“Partai pasti mengambil langkah tegas terhadap kadernya. Kami menunggu sampai jelas duduk persoalannya,” tutur Sarmuji menutaskan.*[]
Penulis : Redaksi
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: CNN Indonesia.com















