Korupsi Bea Cukai Terbongkar, Pejabat Atur Jalur Merah Demi Barang KW

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

KPK mengungkapkan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari rencana PT Blueray Cargo (BR) memasukkan barang impor KW agar tidak diperiksa saat masuk ke Indonesia. (ANT/CNN Indonesia)

KPK mengungkapkan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari rencana PT Blueray Cargo (BR) memasukkan barang impor KW agar tidak diperiksa saat masuk ke Indonesia. (ANT/CNN Indonesia)

JAKARTA, KLIKINDONESIA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kasus dugaan korupsi Bea Cukai yang melibatkan pihak swasta. Kasus ini bermula dari niat jahat PT Blueray Cargo (BR). Perusahaan tersebut berencana memasukkan barang impor palsu alias KW ke Indonesia tanpa pemeriksaan.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan detailnya.

“PT BR ingin petugas tidak mengecek barang-barang impor mereka. Jadi, barang bisa masuk dengan mudah dan lancar,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (5/2) malam.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asep menduga, Blueray Cargo berkomplot dengan sejumlah oknum pejabat. Tujuannya jelas, yakni meloloskan barang impor milik mereka. Pemufakatan jahat ini mulai terjadi pada Oktober 2025.

Saat itu, tersangka ORL, SIS, dan pihak lainnya bertemu dengan JF, AND, serta DK. Mereka mengatur strategi jalur importasi barang.

Manipulasi Jalur Merah

Sebenarnya, Peraturan Menteri Keuangan sudah menetapkan aturan ketat. Ada dua kategori jalur dalam pengawasan barang impor. Pertama, jalur merah dengan pemeriksaan fisik. Kedua, jalur hijau tanpa pemeriksaan.

Namun, para pelaku memanipulasi sistem ini. Pegawai berinisial FLR menerima perintah dari ORL. Ia harus menyesuaikan parameter jalur merah. FLR kemudian menyusun ruleset pada angka 70 persen.

Selanjutnya, Direktorat Penindakan mengirim data penyesuaian itu ke Direktorat Informasi Kepabeanan. Petugas memasukkannya ke mesin pemeriksa barang impor.

Akibat pengondisian tersebut, barang-barang impor Blueray Cargo lolos dari jalur merah. Artinya, barang tersebut tidak melalui pemeriksaan fisik sama sekali.

“Dengan demikian, barang palsu, KW, dan ilegal bisa masuk ke Indonesia tanpa pengecekan petugas,” tegas Asep.

Setelah pemufakatan itu, transaksi haram pun terjadi. Pihak Blueray Cargo menyerahkan uang kepada sejumlah oknum pejabat Bea Cukai. Penyerahan uang berlangsung beberapa kali di lokasi berbeda, selama periode Desember 2025 hingga Februari 2026.

Siapkan Rumah Aman (Safe House)

KPK juga menemukan fakta mengejutkan lain. Para tersangka menyediakan rumah aman atau safe house. Tempat ini berkaitan dengan kasus suap importasi barang KW tersebut.

“Oknum Bea Cukai ini menyiapkan safe house untuk menyimpan barang bukti seperti uang dan logam mulia,” ungkap Asep.

Menurut Asep, mereka sengaja menyewa rumah tersebut secara khusus. Saat ini, penyidik KPK sedang menelusuri siapa pemilik asli rumah itu.

Sebelumnya, KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 4 Februari 2026. Petugas menangkap Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat, Rizal.

Setelah pemeriksaan 1×24 jam, KPK menetapkan enam tersangka dari 17 orang yang tertangkap.

Tersangka dari pihak Bea Cukai adalah Rizal (RZL), Sisprian Subiaksono (SIS), dan Orlando Hamonangan (ORL). Sementara dari pihak swasta yakni pemilik Blueray Cargo John Field (JF), Andri (AND), serta Dedy Kurniawan (DK). (*)

Penulis : REDAKSI

Editor : REDAKSI

Sumber Berita: CNN Indonesia.com

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Polri Perluas Pencarian 8 Korban Jurnalis-Awak Kapal di Selat Sunda
Pengacara Terdakwa Kasus Kuota Haji Minta Hakim Panggil Jokowi
Mendagri Utus Tim Mediasi Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu Tapteng
AHY Klarifikasi Pidato Politik Soal Pemilu di HUT Demokrat
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak OTK
Anak Krakatau Erupsi Saat Pencarian Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Gerindra Tapteng Tarik Wacana Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu
Menkeu Purbaya Sebut Utang Kereta Cepat Dicicil 80 Tahun

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Klik Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 17:16 WIB

Polri Perluas Pencarian 8 Korban Jurnalis-Awak Kapal di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 - 16:00 WIB

Pengacara Terdakwa Kasus Kuota Haji Minta Hakim Panggil Jokowi

Kamis, 10 September 2026 - 13:16 WIB

Mendagri Utus Tim Mediasi Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu Tapteng

Rabu, 9 September 2026 - 21:16 WIB

AHY Klarifikasi Pidato Politik Soal Pemilu di HUT Demokrat

Rabu, 9 September 2026 - 20:55 WIB

Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak OTK

Klik Terbaru

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meminta evaluasi pelaksanaan Asta Cita di daerah fokus pada pemecahan masalah lapangan.(ist)

SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Minta Evaluasi Asta Cita Fokus Solusi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:13 WIB

Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Program Asta Cita di Reconnect Buka Buka Island, Kecamatan Ampana Tete, Jumat (11/9/2026).

SULTENG

Bupati Ilham Lawidu Sambut Rakor Asta Cita di Touna

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:06 WIB