MEDAN, KLIKINDONESIA – Ramadan tahun ini terasa berbeda bagi ribuan warga Sumatera Utara (Sumut), tiga bulan pascabencana banjir bandang dan longsor, mereka masih harus bertahan di tenda pengungsian.
Data terbaru mencatat 909 kepala keluarga (KK) atau 3.506 jiwa belum bisa kembali ke rumah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut kini berpacu dengan waktu.
Asisten Pemerintahan dan Kesra, Basarin Yunus Tanjung, menegaskan prioritas pemerintah. Pihaknya sedang mengebut pembangunan ribuan Hunian Sementara (Huntara).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebanyak 1.427 unit Huntara tengah kami percepat pembangunannya. Lokasinya tersebar di Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel),” ujar Basarin, Kamis (26/2/2026).
Sebagian Huntara sudah siap huni. Lokasinya antara lain di Kecamatan Angkola Selatan (186 unit), Sipirok (118 unit), Adiankoting (40 unit), hingga Asrama Haji Pinangsori (52 unit).
Basarin berharap, seluruh warga terdampak bisa segera pindah dari tenda darurat.
“Mudah-mudahan saat Lebaran nanti mereka sudah bisa tinggal di Huntara yang layak,” harapnya.
Bantuan Sewa Rumah
Selain fisik bangunan, Pemprov juga menyalurkan bantuan uang sewa rumah bagi 313 KK. Bantuan ini diberikan sambil menunggu hunian tetap rampung.
Dana tersebut berasal dari APBD Sumut dan dilanjutkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selama tiga bulan.
Ke depan, Pemprov telah menyusun Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Kebutuhan anggarannya ditaksir mencapai Rp30,5 triliun untuk periode 2026-2028.
Bencana akhir tahun 2025 lalu menyisakan duka mendalam. Total korban meninggal dunia mencapai 376 jiwa. Hingga kini, 40 orang masih dinyatakan hilang.
“Meski pencarian masif berakhir, tim tetap siaga jika ada tanda-tanda penemuan korban,” pungkas Basarin. (*)
Penulis : REDAKSI
Editor : KLIK INDONESIA
Sumber Berita: CNN Indonesia.com









