Bakamla Gandeng Bea Cukai Perkuat Pengawasan Laut demi Penerimaan Negara

- Redaksi

Rabu, 29 April 2026 - 19:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ilustrasi (net)

Ilustrasi (net)

JAKARTA – Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Laksdya TNI Irvansyah, menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Rabu (29/4/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana kolaborasi strategis antara Bakamla dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Fokus utama kerja sama ini adalah mengamankan penerimaan negara melalui pengawasan ketat di perairan Indonesia. Bakamla berkomitmen menekan kebocoran pendapatan negara akibat aktivitas ilegal di laut.

Patroli Gabungan dan Pertukaran Informasi

Irvansyah mengusulkan patroli laut gabungan dan pertukaran informasi sebagai langkah konkret. Ia menegaskan, pelibatan Bakamla dalam pengawasan laut akan lebih efektif karena mencakup wilayah yang sulit terjangkau oleh petugas darat.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berharap dilibatkan dan bergabung dalam pengawasan laut. Sebagai Badan Keamanan Laut, fokus kami memang di perairan,” ujar Irvansyah.

Pihaknya optimistis langkah ini mampu meminimalisir tindak kejahatan di jalur laut. Selama ini, Bakamla aktif menindak berbagai kasus penyelundupan, mulai dari tekstil, pakaian bekas, hewan ternak, narkoba, hingga mainan anak. Sebagian besar komoditas ilegal tersebut diduga berasal dari Malaysia.

Penyusunan Detail Kerja Sama

Mengenai teknis pelaksanaan, Irvansyah menyebut detail kerja sama masih dalam tahap penyusunan. Namun, ia memastikan bahwa Menteri Keuangan memberikan lampu hijau atas rencana kolaborasi tersebut.

“Detail kerja sama sedang kami susun. Pak Menteri kelihatannya sudah setuju. Kami akan segera siapkan operasionalnya agar sinergi ini segera berjalan,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan menjadi instrumen baru yang kuat bagi pemerintah dalam menjaga kedaulatan ekonomi di wilayah perairan Indonesia. Dengan koordinasi yang lebih solid, kebocoran penerimaan negara diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin. *[]

Penulis : Redaksi

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: CNN Indonesia.com

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Kronologi Hilangnya KM Virgo Transport Menurut Rekaman Sistem ITS
Polri Perluas Pencarian 8 Korban Jurnalis-Awak Kapal di Selat Sunda
Pengacara Terdakwa Kasus Kuota Haji Minta Hakim Panggil Jokowi
Mendagri Utus Tim Mediasi Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu Tapteng
AHY Klarifikasi Pidato Politik Soal Pemilu di HUT Demokrat
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak OTK
Anak Krakatau Erupsi Saat Pencarian Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Gerindra Tapteng Tarik Wacana Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu

Klik Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:30 WIB

Kronologi Hilangnya KM Virgo Transport Menurut Rekaman Sistem ITS

Kamis, 10 September 2026 - 17:16 WIB

Polri Perluas Pencarian 8 Korban Jurnalis-Awak Kapal di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 - 16:00 WIB

Pengacara Terdakwa Kasus Kuota Haji Minta Hakim Panggil Jokowi

Kamis, 10 September 2026 - 13:16 WIB

Mendagri Utus Tim Mediasi Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu Tapteng

Rabu, 9 September 2026 - 21:16 WIB

AHY Klarifikasi Pidato Politik Soal Pemilu di HUT Demokrat

Klik Terbaru

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meminta evaluasi pelaksanaan Asta Cita di daerah fokus pada pemecahan masalah lapangan.(ist)

SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Minta Evaluasi Asta Cita Fokus Solusi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:13 WIB

Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Program Asta Cita di Reconnect Buka Buka Island, Kecamatan Ampana Tete, Jumat (11/9/2026).

SULTENG

Bupati Ilham Lawidu Sambut Rakor Asta Cita di Touna

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:06 WIB