MAKASSAR, KLIKINDONESIA.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar mengerahkan tim untuk mencari dan memantau warga yang viral setelah minum oli kendaraan. Peristiwa itu terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Kesehatan Makassar, Nursaidah Sirajuddin, mengatakan tim homecare akan turun ke lapangan. “Nanti tim homecare turun lihat,” kata Nursaidah, Rabu (8/4).
Dinkes Minta Nakes Puskesmas Ikut Memantau
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain tim homecare, Dinkes juga menggerakkan tenaga kesehatan puskesmas. Nursaidah menyebut pihaknya sudah menyampaikan instruksi tersebut kepada seluruh kepala puskesmas.
“Saya sudah teruskan ke kepala puskesmas untuk dipantau,” ujarnya. Karena itu, nakes diminta memantau kondisi warga yang muncul dalam video viral.
MUI Sulsel: Minum Oli Haram dan Berbahaya
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan merespons video viral tersebut. Video itu memperlihatkan sejumlah pemuda dan orang tua berpakaian muslim minum oli. Mereka meminum oli dari kemasan, lalu membagikannya bergilir.
Sekretaris MUI Sulawesi Selatan, Prof Muammar Bakry, menilai tindakan itu berbahaya. Ia juga menyebut hukumnya haram. “Oli itu bukan minuman manusia,” kata Muammar di Makassar, Selasa (7/4).
Muammar menjelaskan oli merupakan bahan untuk kendaraan. Karena itu, ia menilai konsumsi oli bisa merusak kesehatan. Bahkan, dampaknya bisa muncul dalam jangka panjang.
Selain itu, Muammar mengingatkan efek viral bisa memicu aksi tiruan. Ia menilai anggapan oli dapat meningkatkan stamina juga keliru. “Kalau ditonton, kemudian diikuti orang, ini berbahaya,” ujarnya.(*)
Penulis : Redaksi
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: CNN Indonesia.com
















Komentar