KASBI Tolak May Day Fiesta, Gelar Aksi Independen di DPR

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 16:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif


Konfederasi KASBI menolak bergabung ke acara May Day Fiesta di Monas yang dijadwalkan dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Jumat, 1 Mei 2026. (CNN Indonesia)

Konfederasi KASBI menolak bergabung ke acara May Day Fiesta di Monas yang dijadwalkan dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Jumat, 1 Mei 2026. (CNN Indonesia)

KLIKINDONESIA.CO, JAKARTA – Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) memutuskan untuk tidak bergabung dalam acara May Day Fiesta di Monas, Jakarta, yang dijadwalkan dihadiri Presiden RI, Prabowo Subianto, pada Jumat (1/5/2026).

Sebagai gantinya, KASBI bersama Aliansi GEBRAK (Gerakan Buruh Bersama Rakyat) akan menggelar aksi unjuk rasa mandiri di depan Gedung DPR RI. Ketua Umum KASBI, Sunarno, memprediksi aksi ini akan diikuti sekitar 10.000 massa buruh.

Sikap Independensi Gerakan

Sunarno menegaskan, aksi mereka bersifat independen. Pihaknya sengaja tidak bergabung dengan acara di Monas karena dinilai sarat dengan kooptasi kekuasaan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami dari Konfederasi KASBI bersama Aliansi GEBRAK akan melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI. Aksi ini adalah inisiatif mandiri yang independen,” ujar Sunarno dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).

Ia menambahkan, kondisi perburuhan di Indonesia saat ini masih memprihatinkan. Menurutnya, skema labour market flexibility atau fleksibilitas pasar kerja justru memberikan kelonggaran bagi perusahaan untuk mengabaikan hak normatif buruh.

Hal tersebut diperparah dengan berlakunya UU Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 yang dinilai menyulitkan buruh mendapatkan status pekerja tetap.

Soroti Militerisme dan Kriminalisasi

Selain isu ketenagakerjaan, KASBI juga menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai membawa kembali gaya militerisme ke ranah sipil. Sunarno mengkritik keterlibatan prajurit dalam urusan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai rawan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

“Bahkan, dalam menyikapi kritik rakyat yang berbeda pandangan, pemerintah kerap menggunakan tindakan kekerasan dan kriminalisasi terhadap aktivis gerakan rakyat,” tegasnya.

10 Tuntutan KASBI

Dalam aksi besok, KASBI membawa 10 tuntutan utama, yakni:

  1. Mewujudkan UU Ketenagakerjaan yang pro-buruh pasca-putusan MK soal Omnibus Law.
  2. Reformasi sistem pengupahan dan pemberlakuan upah layak nasional.
  3. Menjamin kepastian kerja dengan menghapus sistem outsourcing, kontrak, dan pemagangan eksploitatif.
  4. Ratifikasi Konvensi ILO 188 dan 190 untuk melindungi buruh perempuan dan disabilitas.
  5. Menyejahterakan tenaga pendidik, dosen, pekerja platform, serta pekerja medis.
  6. Menghentikan PHK massal dan pemberangusan serikat buruh.
  7. Mewujudkan pendidikan dan kesehatan gratis yang berkualitas.
  8. Menegakkan supremasi sipil, menjaga demokrasi, serta membebaskan aktivis yang ditangkap.
  9. Menjalankan reforma agraria sejati dan menghentikan penggusuran tanah rakyat.
  10. Menghentikan perang dan mendukung kedaulatan rakyat di Palestina, Iran, Venezuela, dan Kuba.

Sunarno menegaskan, May Day bukan sekadar libur nasional, melainkan momentum refleksi perjuangan melawan eksploitasi. “Gerakan buruh sejati harus mandiri dan tidak ‘dijinakkan’ oleh kepentingan modal atau kekuasaan politik,” pungkasnya. *[]

Penulis : Redaksi

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: CNN Indonesia.com

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Kronologi Hilangnya KM Virgo Transport Menurut Rekaman Sistem ITS
Polri Perluas Pencarian 8 Korban Jurnalis-Awak Kapal di Selat Sunda
Pengacara Terdakwa Kasus Kuota Haji Minta Hakim Panggil Jokowi
Mendagri Utus Tim Mediasi Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu Tapteng
AHY Klarifikasi Pidato Politik Soal Pemilu di HUT Demokrat
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak OTK
Anak Krakatau Erupsi Saat Pencarian Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Gerindra Tapteng Tarik Wacana Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu

Klik Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:30 WIB

Kronologi Hilangnya KM Virgo Transport Menurut Rekaman Sistem ITS

Kamis, 10 September 2026 - 17:16 WIB

Polri Perluas Pencarian 8 Korban Jurnalis-Awak Kapal di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 - 16:00 WIB

Pengacara Terdakwa Kasus Kuota Haji Minta Hakim Panggil Jokowi

Kamis, 10 September 2026 - 13:16 WIB

Mendagri Utus Tim Mediasi Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu Tapteng

Rabu, 9 September 2026 - 21:16 WIB

AHY Klarifikasi Pidato Politik Soal Pemilu di HUT Demokrat

Klik Terbaru

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meminta evaluasi pelaksanaan Asta Cita di daerah fokus pada pemecahan masalah lapangan.(ist)

SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Minta Evaluasi Asta Cita Fokus Solusi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:13 WIB

Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Program Asta Cita di Reconnect Buka Buka Island, Kecamatan Ampana Tete, Jumat (11/9/2026).

SULTENG

Bupati Ilham Lawidu Sambut Rakor Asta Cita di Touna

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:06 WIB