Metode TAA Diterapkan, Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan Maut Bekasi

- Redaksi

Selasa, 28 April 2026 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taksi listrik sempat tertempet kereta sebelum kecekalaan maut di Stasiun Bekasi Timur. (CNN Indo)

Taksi listrik sempat tertempet kereta sebelum kecekalaan maut di Stasiun Bekasi Timur. (CNN Indo)

BEKASI – Kepolisian akhirnya mengamankan sopir taksi listrik online milik perusahaan Green SM yang terlibat dalam insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Saat ini, sopir tersebut menjalani pemeriksaan intensif di Polres Metro Bekasi Kota.

Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, mengungkapkan bahwa insiden bermula saat taksi mengalami korsleting listrik di perlintasan sebidang tanpa palang pintu.

“Pengemudi sudah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh Kasat Lantas,” ujar Sandhi kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Kejadian

Sandhi menjelaskan kronologi detail insiden tersebut. Mobil listrik yang mogok akibat korsleting listrik tertabrak KRL dari arah Cikarang menuju Jakarta. Tabrakan itu membuat rangkaian KRL terpaksa berhenti di jalur.

Di saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melaju kencang dari arah belakang dengan kecepatan 110 kilometer per jam. “Akibat kurangnya informasi dan koordinasi, terjadilah tabrakan di Stasiun Bekasi Timur yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa,” jelas Sandhi.

Saat ini, kepolisian tengah melakukan proses penyidikan menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA). Metode ini melibatkan olah tempat kejadian perkara untuk mereka ulang kronologi sebelum, saat, dan sesudah kecelakaan. “Tujuannya untuk memudahkan penyidik laka lantas Polri dalam membuat terang tindak pidana kejahatan lalu lintas,” pungkasnya.

Respons Green SM Indonesia

Pihak Green SM Indonesia secara resmi telah mengeluarkan pernyataan terkait insiden yang melibatkan armadanya. Perusahaan menyampaikan duka mendalam bagi para korban.

“Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih,” tulis pihak Green SM Indonesia dalam pernyataan resminya.

Perusahaan menegaskan komitmen untuk bersikap kooperatif terhadap otoritas terkait. “Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi. Kami terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi.”

Pihak Green SM juga memastikan keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Mereka berkomitmen untuk menjaga standar operasional yang ketat demi keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat luas. (*)

Penulis : Redaksi

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: CNN Indonesia.com

Klik Terkait

DPR Desak Operator Segera Jalankan Putusan MK soal Kuota Hangus
Melangkah Menuju Konstituen, PJS Resmi Serahkan Dokumen Verifikasi ke Dewan Pers 
Dewan Pers Ingatkan Wartawan Patuhi Etika di Tengah Disrupsi Digital
PJS Beri Award Mitra Pers dan Kukuhkan Pengurus Daerah di Malam Anugerah Munas III
Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Pelaku Siswa Terinspirasi Kasus Jakarta
LPSK Tolak Permohonan Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN
Wamendikdasmen Tinjau Revitalisasi SLB dan Digitalisasi Pendidikan Inklusif di Jateng
Gaji Dosen Unair Viral, Pengakuan Rp2,6 Juta Dibantah Kampus

Klik Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:39 WIB

DPR Desak Operator Segera Jalankan Putusan MK soal Kuota Hangus

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:37 WIB

Melangkah Menuju Konstituen, PJS Resmi Serahkan Dokumen Verifikasi ke Dewan Pers 

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:20 WIB

Dewan Pers Ingatkan Wartawan Patuhi Etika di Tengah Disrupsi Digital

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:34 WIB

PJS Beri Award Mitra Pers dan Kukuhkan Pengurus Daerah di Malam Anugerah Munas III

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:16 WIB

Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Pelaku Siswa Terinspirasi Kasus Jakarta

Klik Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB