KLIKINDONESIA.CO, JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membeberkan penyesuaian program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Pemerintah memangkas anggaran MBG menjadi Rp268 triliun.
Dadan menyebut BGN menjalankan langkah penghematan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, gejolak global, termasuk krisis di Selat Hormuz, mendorong konsolidasi anggaran.
“Sejak adanya krisis global terutama gejolak di Selat Hormuz, kami melakukan konsolidasi sesuai arahan presiden dengan langkah penghematan,” ujar Dadan, Jumat (22/5).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Layanan MBG sekolah turun jadi lima hari
Dadan mengatakan BGN mengurangi layanan MBG untuk anak sekolah. Skema layanan berubah dari enam hari menjadi lima hari per pekan.
Namun, BGN memberi pengecualian untuk sekolah tertentu. Pengecualian berlaku bagi sekolah yang tetap belajar enam hari.
BGN juga memberi pengecualian bagi wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi. Pengecualian ini berlaku meski sekolah menerapkan lima hari belajar.
“Pelayanan MBG untuk anak sekolah yang awalnya enam hari menjadi lima hari,” ujarnya. “Kecuali untuk sekolah enam hari, serta daerah 3T dan prevalensi stunting tinggi.”
Saat libur sekolah, MBG fokus kelompok rentan
Selain itu, Dadan membatasi layanan MBG saat libur sekolah. BGN hanya menyalurkan makanan untuk kelompok rentan.
Kelompok rentan itu meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. “Pelayanan di hari libur sekolah hanya untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita,” katanya.
BGN sebut biaya bahan baku per porsi tetap
Dadan menyebut pagu APBN BGN pada 2026 sebesar Rp268 triliun. BGN menyiapkan sekitar Rp67 triliun sebagai dana cadangan di Dana Alokasi Umum (DAU).
Meski begitu, Dadan memastikan nilai bahan baku per porsi tidak berubah. Pemerintah tetap memasang Rp10 ribu per porsi.
“Untuk bahan baku tetap Rp10 ribu, bersifat at cost tergantung indeks kemahalan daerah,” ujar Dadan.
Menkeu: anggaran MBG dipangkas dari Rp335 triliun
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pemerintah menurunkan anggaran MBG 2026. Anggaran turun dari Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.
“Rp268 triliun untuk sementara angkanya itu dulu,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita, Selasa (19/5). “Tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut.”
Purbaya menilai penghematan membuat belanja BGN lebih efektif. Ia juga menyebut pemerintah memperbaiki tata kelola MBG.
“Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka (BGN) membelanjakan uang,” ujarnya.
Hingga 30 April 2026, realisasi anggaran MBG mencapai Rp75 triliun. Angka ini setara 22,4 persen dari pagu sebelumnya Rp335 triliun.
Program MBG telah menjangkau 61,96 juta penerima. Pemerintah menjalankannya melalui 27.952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.*[]
Penulis : Redaksi
Editor : Mahmud Marhaba
Sumber Berita: CNN Indonesia.com















