Peranan Wanita Riau dalam Mendorong Sektor UMKM dan Meningkatkan Pendapatan Masyarakat

- Redaksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Wiwin Alfianti , Ketua DPP Pro Jurnalismedia Siber Divisi Pemberdayaan Perempuan (ist)

Wiwin Alfianti , Ketua DPP Pro Jurnalismedia Siber Divisi Pemberdayaan Perempuan (ist)

Opini : Wiwin Alfianti , Ketua DPP Pro Jurnalismedia Siber Divisi Peranan Perempuan

PROVINSI RIAU memiliki potensi ekonomi yang besar melalui sektor perkebunan, perdagangan, jasa, serta industri rumah tangga. Namun di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan ketimpangan sosial, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) justru menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Dalam konteks ini, perempuan atau wanita Riau memainkan peranan yang sangat strategis sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi perempuan dalam aktivitas UMKM terus mengalami peningkatan. Data BPS Provinsi Riau menunjukkan bahwa sekitar 38,15 persen pelaku UMKM nonpertanian di Riau adalah perempuan. Angka tersebut menunjukkan bahwa perempuan bukan lagi hanya pendukung ekonomi keluarga, tetapi telah menjadi aktor utama dalam aktivitas ekonomi produktif.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena ini sangat terlihat di berbagai daerah seperti Pekanbaru, Dumai, Kabupaten Kampar, hingga Indragiri Hilir, di mana banyak perempuan menjalankan usaha kuliner, kerajinan, fesyen lokal, produk olahan pangan, hingga perdagangan berbasis digital. Kehadiran perempuan dalam UMKM menciptakan efek berganda terhadap ekonomi lokal karena sebagian besar pendapatan mereka langsung digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, pendidikan anak, dan peningkatan kualitas hidup keluarga.

Kajian ilmiah yang dipublikasikan dalam Jurnal Selodang Mayang tahun 2023 menunjukkan bahwa kontribusi pendapatan perempuan memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kemiskinan di Provinsi Riau. Penelitian berbasis regresi panel terhadap 12 kabupaten/kota di Riau periode 2010–2022 menemukan bahwa semakin besar kontribusi pendapatan perempuan terhadap pendapatan keluarga, maka semakin rendah tingkat kemiskinan masyarakat.

Penelitian tersebut menemukan koefisien regresi negatif sebesar -0,582 yang menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan perempuan secara nyata mampu menekan angka kemiskinan daerah. Bahkan di beberapa wilayah seperti Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Dumai, dampaknya sangat signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, transformasi digital juga memperkuat peran perempuan dalam pengembangan UMKM. Pemanfaatan media sosial, marketplace, dan sistem pembayaran digital memungkinkan pelaku usaha perempuan di Riau menjangkau pasar yang lebih luas tanpa memerlukan modal besar. Model bisnis berbasis digital membuat banyak ibu rumah tangga mampu menjalankan usaha dari rumah sekaligus tetap menjalankan peran domestik dalam keluarga.

Secara nasional, pemerintah mencatat bahwa perempuan mengelola sekitar 64,5 persen total UMKM di Indonesia. Kondisi ini menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi perempuan merupakan fondasi utama ekonomi kerakyatan Indonesia. Dalam konteks Riau, potensi tersebut menjadi sangat penting karena UMKM terbukti lebih tahan menghadapi krisis dibanding sektor ekonomi besar yang bergantung pada investasi skala besar dan fluktuasi global.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi perempuan pelaku UMKM di Riau, antara lain:
1. Rendahnya akses terhadap modal usaha dan pembiayaan formal.
2. Kurangnya pelatihan manajemen usaha dan literasi digital.
3. Keterbatasan akses pasar dan branding produk.
4. Rendahnya pendampingan bisnis berkelanjutan.
5. Masih adanya budaya patriarki yang membatasi ruang gerak perempuan dalam ekonomi.

Data BPS juga menunjukkan bahwa hanya sekitar 5 persen pelaku UMKM yang pernah mendapatkan pelatihan usaha secara formal. Hal ini menjadi tantangan serius dalam meningkatkan daya saing UMKM perempuan di Riau.

Karena itu, diperlukan langkah strategis dari pemerintah daerah maupun sektor swasta untuk memperkuat peranan perempuan dalam UMKM, di antaranya:
• Memperluas akses kredit mikro berbunga rendah khusus perempuan.
• Meningkatkan pelatihan digital marketing dan kewirausahaan.
• Membentuk pusat inkubasi bisnis perempuan di setiap kabupaten/kota.
• Memperkuat koperasi wanita dan komunitas UMKM lokal.
• Membantu sertifikasi halal, BPOM, dan legalitas usaha.
• Memperluas promosi produk lokal melalui event nasional dan internasional.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, perbankan, dan perusahaan swasta perlu diperkuat agar perempuan pelaku UMKM memperoleh pendampingan yang berkelanjutan. Jika dikelola secara serius, perempuan Riau dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara luas.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi industri besar, tetapi juga oleh kemampuan memberdayakan masyarakat akar rumput, terutama perempuan. Wanita Riau telah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap pembangunan, melainkan pilar utama ekonomi rakyat yang mampu menjaga stabilitas sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.*[]

Penulis : Redaksi

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: Klik Indonesia.co

Follow WhatsApp Channel www.klikindonesia.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Klik Terkait

Kronologi Hilangnya KM Virgo Transport Menurut Rekaman Sistem ITS
Polri Perluas Pencarian 8 Korban Jurnalis-Awak Kapal di Selat Sunda
Pengacara Terdakwa Kasus Kuota Haji Minta Hakim Panggil Jokowi
Mendagri Utus Tim Mediasi Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu Tapteng
AHY Klarifikasi Pidato Politik Soal Pemilu di HUT Demokrat
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Tewas Ditembak OTK
Anak Krakatau Erupsi Saat Pencarian Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Gerindra Tapteng Tarik Wacana Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu

Klik Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:30 WIB

Kronologi Hilangnya KM Virgo Transport Menurut Rekaman Sistem ITS

Kamis, 10 September 2026 - 17:16 WIB

Polri Perluas Pencarian 8 Korban Jurnalis-Awak Kapal di Selat Sunda

Kamis, 10 September 2026 - 16:00 WIB

Pengacara Terdakwa Kasus Kuota Haji Minta Hakim Panggil Jokowi

Kamis, 10 September 2026 - 13:16 WIB

Mendagri Utus Tim Mediasi Pemakzulan Bupati Masinton Pasaribu Tapteng

Rabu, 9 September 2026 - 21:16 WIB

AHY Klarifikasi Pidato Politik Soal Pemilu di HUT Demokrat

Klik Terbaru

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meminta evaluasi pelaksanaan Asta Cita di daerah fokus pada pemecahan masalah lapangan.(ist)

SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Minta Evaluasi Asta Cita Fokus Solusi

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:13 WIB

Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Program Asta Cita di Reconnect Buka Buka Island, Kecamatan Ampana Tete, Jumat (11/9/2026).

SULTENG

Bupati Ilham Lawidu Sambut Rakor Asta Cita di Touna

Sabtu, 12 Sep 2026 - 16:06 WIB