Aksi Mahasiswa di Surabaya dan Makassar Memanas

- Redaksi

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur di depan Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Rabu (24/6) (CNN Indonesia)

Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur di depan Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Rabu (24/6) (CNN Indonesia)

KLIKINDONESIA.CO, JAKARTA – Gelombang demo mahasiswa kembali terjadi di Surabaya, Jawa Timur, dan Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (24/6/2026). Massa aksi mengkritisi sejumlah program pemerintah pusat yang dinilai tidak tepat sasaran.

Aksi di dua kota tersebut sempat memanas. Massa dan aparat kepolisian terlibat aksi saling dorong saat pengamanan berlangsung.

Aksi di Surabaya

Di Surabaya, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jatim. Massa membakar ban dan memblokade Jalan Pahlawan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Umum PKC PMII Jatim, Abdur Razak, menyebut sekitar 500 mahasiswa ikut dalam aksi tersebut. Sebelum berunjuk rasa, massa mendatangi Taman Makam Pahlawan sebagai simbol kekecewaan terhadap pemerintah.

“Kami sudah merasa hari ini tidak bisa berbicara dengan pemerintah yang hidup, maka kami mengadukan semuanya kepada para pahlawan yang telah mendahului kita,” ujar Razak.

Aksi memanas sekitar pukul 15.30 WIB setelah dialog dengan perwakilan Pemprov Jatim berakhir tanpa kesepakatan. Massa memberikan ultimatum lima menit agar pejabat berwenang hadir menemui mereka.

Pemprov Jatim mengutus Sekretaris Bakesbangpol Jatim, Isa Ansori. Namun massa menilai pejabat tersebut tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan. Mereka kemudian mendesak Sekretaris Daerah Provinsi turun langsung.

Ketegangan meningkat sekitar pukul 16.00 WIB. Massa mencoba merangsek mendekati gerbang kantor gubernur hingga terjadi aksi saling dorong dengan aparat. Mahasiswa kemudian memblokade Jalan Pahlawan selama sekitar satu jam.

Dalam aksinya, mahasiswa menuntut evaluasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka juga menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Selain itu, massa menolak pembangunan batalyon di lahan pertanian produktif serta mendesak penindakan tambang ilegal di Jawa Timur.

“Kami juga membawa isu regional mengenai rusaknya lingkungan akibat industri pertambangan di Jawa Timur. Kami meminta dilakukan operasi besar-besaran untuk mencabut tambang yang tidak memiliki izin,” tegas Razak.

Demo di Makassar

Aksi serupa terjadi di Makassar. Mahasiswa yang tergabung dalam PC PMII Kota Makassar menggelar unjuk rasa di kantor DPRD Sulawesi Selatan.

Massa menuntut evaluasi total Kabinet Merah Putih dan mendesak pemerintah mengevaluasi pelaksanaan program MBG melalui Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami menuntut presiden melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kabinet Merah Putih,” kata koordinator aksi.

Situasi memanas saat massa hendak membakar ban bekas. Polisi yang berjaga mematikan api tersebut sehingga terjadi aksi saling dorong.

Salah satu pengurus PMII Kota Makassar, Yudhoyono, menyebut tiga kader sempat diamankan dan dibawa ke Polrestabes Makassar untuk diperiksa.

Namun, Kabagops Polrestabes Makassar AKBP Hari Harry F Aritonang menyatakan petugas hanya memadamkan ban yang dibakar massa.

“Tadi kita hanya mengamankan ban yang hendak dibakar saja,” ujarnya.

Hari juga mengaku belum mengetahui adanya mahasiswa yang diamankan dalam peristiwa tersebut.

Aksi mahasiswa di dua kota itu berakhir menjelang sore. Namun massa menyatakan kemungkinan akan kembali turun ke jalan setelah melakukan konsolidasi lanjutan. *[]

Penulis : Redaksi

Editor : Mahmud Marhaba

Sumber Berita: CNN Indonesia.com

Klik Terkait

DPR Desak Operator Segera Jalankan Putusan MK soal Kuota Hangus
Melangkah Menuju Konstituen, PJS Resmi Serahkan Dokumen Verifikasi ke Dewan Pers 
Dewan Pers Ingatkan Wartawan Patuhi Etika di Tengah Disrupsi Digital
PJS Beri Award Mitra Pers dan Kukuhkan Pengurus Daerah di Malam Anugerah Munas III
Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Pelaku Siswa Terinspirasi Kasus Jakarta
LPSK Tolak Permohonan Justice Collaborator Mantan Wakil Kepala BGN
Wamendikdasmen Tinjau Revitalisasi SLB dan Digitalisasi Pendidikan Inklusif di Jateng
Gaji Dosen Unair Viral, Pengakuan Rp2,6 Juta Dibantah Kampus

Klik Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:39 WIB

DPR Desak Operator Segera Jalankan Putusan MK soal Kuota Hangus

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:37 WIB

Melangkah Menuju Konstituen, PJS Resmi Serahkan Dokumen Verifikasi ke Dewan Pers 

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:20 WIB

Dewan Pers Ingatkan Wartawan Patuhi Etika di Tengah Disrupsi Digital

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:34 WIB

PJS Beri Award Mitra Pers dan Kukuhkan Pengurus Daerah di Malam Anugerah Munas III

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:16 WIB

Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Pelaku Siswa Terinspirasi Kasus Jakarta

Klik Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah merasa dikriminalisasi usai ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik Korps Adhyaksa dalam dugaan kasus korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (CNN Indinesia/ANT)

Hukum & Kriminal

Kejagung Tahan Eks Jampidsus Febrie di Rutan KPK, Ini Alasannya

Sabtu, 25 Jul 2026 - 01:10 WIB